Bab 62 | Menepi Sejenak

1473 Kata

“Hasna … Jangan pergi.” Fayez meraih Hasna dan mendekap erat wanita itu. Pria itu juga menangis dengan sesak yang sama. Hasna tidak lagi menyembunyikan isak tangisnya. “Sepertinya memang tidak ada sedikit pun ruang di hati Umi untukku, Mas …” Bisik Hasna dengan isak tangisnya. “Bukan … Bukan begitu sayang … Kita akan menghadapi ini sama-sama ya, jangan pergi seperti tadi, jangan tinggalkan aku, kamu membuatku takut.” Bisik Fayez dengan nada yang menyayat hati, tangisan Hasna justru semakin keras. Rasanya semua jalan untuk menuju Umi Ainun tertutup. Ponsel Hasna berdering, membuat pelukan itu terurai, Hasna mengangkatnya dan Fayez menunggu. “Iya, benar ini dengan saya sendiri.” “Inalilahi … Bagaimana keadaannya? Di rumah sakit mana?” Raut wajah Hasna yang berubah panik itu membua

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN