Bab 161. Hangat Ihsan

1242 Kata

Cukup lama Ihsan memberi kesenangan kepada istrinya dengan sentuhan mautnya, sampai akhirnya Mia yang sudah siap dimasuki lagi. Ihsan memperbaiki posisi duduk Mia di atasnya seraya mengarahkan senjatanya yang keras ke milik Mia. “Peluk leher Om yang kuat, angkat sedikit bokongmu, turun pelan, Sayang, yaaa begitu,” ajar Ihsan sambil ikut membantu memegang b****g Mia agar Mia tidak ragu. “Relaks ya?” “Aaah,” erang Mia, dan dia dibantu Ihsan saat menurunkan bokongnya dan merasakan hujaman dari bawah. Ihsan tidak segera bergerak, memastikan kenyamanan istrinya lebih dulu karena ini tentu tidak mudah baginya. “Sakit?” “Nggak, perih aja.” “Mau rebahan?” “Nggak, nggak, aku suka begini.” Ihsan bergerak pelan. Mata Mia terbelalak, karena ternyata dia merasakan sensasi nikmat yang berbeda

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN