Bab 167. Curhat Rita

1002 Kata

Narita terpukau mendengar suara lembut Mia dan sikapnya, dia meletakkan sendoknya di atas piring, lalu tangannya memeluk pinggang Mia dari samping, mencium pipi Mia. “Ih, kok aku jadi gemes, punya dua mama, dan yang ini cantik banget,” ujarnya, dan dia ndusel di lengan Mia. Semua memperhatikan keakraban Mia dan Narita dan senyum-senyum, meskipun mereka tidak tahu apa yang sedang mereka berdua bicarakan. “Kapan kamu balik ke Tokyo?” tanya Mia pelan, dan mereka kembali menikmati makan. “Dua minggu lagi. Mama Dian dan papa Heru juga ikut ke sana." “Oh ya?” mata Mia terbelalak, terperangah dan dia yang juga ikut senang dengan kabar-kabar yang membahagiakan. “Papa Heru, ‘kan nggak liat aku wisuda, trus ... dia jadi merasa sangat bersalah karena nggak datang waktu itu. Jadi kali ini dia m

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN