Rita sudah menghabiskan makannya, merapikan meja makan dan menutup makanan dengan tudung saji. Dia lalu membersihkan alat-alat makan kotornya di sink dapur. Setelahnya, dia ke luar dari ruang makan dan melangkah menuju ruang tengah, melihat Dian dan Heru duduk berdua di sofa dan saling bicara. Dia mendengar Dian menyebut-nyebut nama mamanya. “Duduk sini, Rita,” ajak Dian, ingin Rita duduk di dekatnya. Rita duduk di samping Dian. “Sudah kenyang?” tanya Dian lembut, dan Rita mengangguk. “Kata papa Marcell itu bagian dari sindikat, Rita,” ujar Dian akhirnya. “Kamu sebaiknya hati-hati. Nanti kalo mama kamu tanya soal surat-surat rumah, kamu bilang saja sudah digadaikan.” Rita mengangguk, dan dia yang tampak ketakutan. “Jangan takut, Rita. Itu rumahmu,” sela Heru menenangkan. “Tadinya

