Edmund POV Lagi-lagi aku duduk di balkon kamarku dengan segelas wine anggur. Harleen berhasil membuatku terus memikirkannya. Kesal, kecewa,kehilangan bercampur aduk. Keputusan yang kuambil sendiri mengenai valen jujur saja masih belum bisa kuterima. Cerita rosalinda yang mengatakan harleen terluka semenjak jauh dariku, justru semakin membuatku ingin melepasnya Aku tidak akan membiarkan siapapun menyakitinya, baik fisik maupun batin. Tapi lihatlah yang kulakukan sekarang. Aku sadar dia bukan mateku. Tapi aku membuatnya menerima kenyamanan dariku, membuatnya merasakan kenikmatan yang kuciptakan. Hingga kini ia harus tersiksa karna kehilangan kenyamanan itu. Ben dan wolfku benar. Tak seharusnya aku bermain dengan perasaan harleen Terima atau tidak, kenyataannya valen adalah mateku. Dia tak

