Candra menerawang jauh ke kejadian yang membuat relung hatinya bagaikan tercabik-cabik itu.
Malam itu saat Candra hendak membeli makan untuk makan malam, ia tak sengaja melihat mobil mewah terparkir didepan gang menuju rumahnya. Awalnya ia tak peduli namun ia terkejut saat mendapati istrinya keluar dari mobil itu. Ingin rasanya ia berlari memeluk tubuh istri yang sangat ia rindukan itu. Namun saat ia akan mendekati Emili ternyata dari dalam mobil turun seorang pria. Pria itu menghampiri Emili dan mengobrol dengannya. Candra berusaha berfikir positif dan mengira jika pria itu merupakan teman dari Emili. Namun kejadian itu, kejadian yang membuat relung hatinya bagai ditusuk ribuan pisau belati. Ia mendapati pria itu mencium dahi istri tercinta nya yang ia sendiri bahkan yang suami sah nya belum pernah menyentuh Emili. Candra mencoba menata hati agar tak sakit hati namun respon Emili yang justru tersipu malu saat dicium pria itu membuatnya meneteskan air mata dan pergi dari tempat itu begitu saja.
Sungguh sakit sekali melihat kenyataan yang ada. Wanita yang selama ini ia jaga dan ia cintai ternyata memiliki pria lain dibelakang Candra. Bahkan Emili tak menceritakan itu semua padanya. Sungguh ini tidak adil untuk Candra, ia mati-matian kerja banting tulang agar bisa membuktikan kepada Emili jika ia pantas menjadi suaminya, ia bisa sukses tanpa ada campur tangan dari orang lain. Candra sadar meski Emili belum mencintai dia namun bolehkah mengatakan jika Candra tak rela ada pria lain yang bisa mencuri hati wanitanya? Ya wanitanya! Wanita impian yang kini telah mengkhianati janji suci pernikahan.
Candra menangis dalam diam namun ia kembali berusaha tegar. Ia ingin pergi lagi untuk mencari makanan untuk mengisi perutnya namun saat ia akan pergi ia malah berpapasan dengan wanitanya. Wanitanya yang juga wanita pria tadi. Saat Emili bertanya kepada Candra, ego-nya dan emosinya masih cukup tinggi sehingga ia memilih diam dan meninggalkan Emili begitu saja daripada terjadi keributan diantara mereka.
Ia pergi membeli makanan dan memakannya setelah sampai dirumah.
Biasanya ia selalu membeli 2porsi agar bisa dimakan bersama Emili namun lagi-lagi egonya masih cukup tinggi dan hanya membeli satu. Ia mencoba sedikit tega dan memperlihatkan kemarahan nya pada Emili namun lagi-lagi tatapan teduh dari mata Emili dan suara rengekannya membuat hati Candra tak tega dan memutuskan untuk pergi membelikan Emili makan juga.
Sesampainya ia dirumah, ia sudah tak mendapati Emili lagi. Ia melihat pintu kamar sudah tertutup rapat. Ia takut Emili akan kelaparan. Ia mencoba mengetuk pintu dengan satu kali ketukan namun sepertinya Emili sudah tidur. Ia pun berinisiatif mencantelkan makanan itu di gagang pintu hingga pagi hari.
***
Sore ini Emili ada janji bertemu dengan Mike. Ia berdandan dengan sangat cantik karena ini adalah date pertama setelah ia resmi menyandang menjadi kekasihnya Mike, pria idamannya.
Candra yang baru pulang dari bekerja pun melepaskan kaos yang melekat ditubuhnya dan mengelap air bukti kerja kerasnya itu di seluruh tubuh dan wajahnya menggunakan handuk kecil.
"Kamu mau kemana dek kok sudah rapi?" Tanya Candra yang melihat Emili rapi dengan dress maroon dan rambut panjangnya itu.
"Aku ada acara sebentar dengan teman-temanku. Kamu gak usah nunggu aku pulang mas, karena aku rasa aku akan pulang larut" ucap Emili sambil memakai jam tangan dan juga heels yang selama ini menjadi penunjang tampilannya itu.
"Aku mengijinkanmu asal kau pulang sebelum jam 8 malam dek" ucap Candra lembut.
"What jam 8 ? Are you serious? Aku ini menikah denganmu bukan karena ingin terlalu diatur seperti ini ya. Ini jaman milenial dan sudah biasa jika seseorang pergi dan pulang agak larut" ucap Emili yang kesal dengan syarat yang diajukan Candra. Dan sedikit melirik bagian tubuh Candra yang seperti roti sobek itu.
"Tapi statusmu sekarang adalah istriku dek. Aku tidak mau orang lain melihatmu berkeliaran diluar sana tanpa didampingi suamimu. Aku takut mereka akan mengira jika hubungan kita sedang tak baik dek" ucap Candra sambil memegang tangan Emili namun dihempaskan oleh Emili.
"Bukankah dari awal menikah hubungan kita sudah tidak baik? Jangan sok nasehatin deh. Dengan atau tanpa ijin darimu aku bebas menentukan hidupku dan kamu tidak ada hak untuk mengatur hidupku!!"Ucap Emili yang kemudian pergi meninggalkan sejuta luka dihati Candra.
"Oh ya dan satu lagi, cepat mandi!! Tubuhmu sangat lengket dan bau" ucap Emili kemudian benar-benar pergi.
Candra hanya bisa menghela nafas dengan berat dan berharap akan ada keajaiban yang bisa merubah sifat keras istrinya itu.
Candra pun membasuh penat didalam kamar mandi.
Sementara itu disebuah restoran mewah bintang lima.
"Kau suka sayang makanannya?" Tanya Mike.
"Sangat honey, bagaimana kau tahu ini adalah makanan kesukaanku?" Tanya Emili.
"Apa sih yang tidak Mike ketahui tentang Emili Everilda"
Emili hanya tersenyum dan melanjutkan makannya.
"Ayolah hon, jangan menatapku seperti itu" ucap Emili yang merasa malu karena Mike terus menatapnya.
"Aku beruntung bisa memiliki kekasih secantik dirimu sayang" ucap Mike.
"Sudah deh hon, dari tadi ngegombal terus. Ayo makanannya dimakan takut keburu dingin" ucap Emili.
"Baiklah" jawab Mike yang kemudian menyantap makanan didepannya.
Acara makan mereka pun diselingi dengan obrolan seputar dunia modeling, obrolan pribadi dan tak lupa juga diselingi canda dan tawa antara keduanya.
Emili merasa sangat cocok dan semakin jatuh cinta kepada pria berjambang tipis dan berkulit putih bersih itu.
Ia pun menghabiskan makanan dengan hati yang teramat sangat bahagia.
"Setelah ini kau mau kemana sayang?" Tanya Mike
"Aku pulang saja ya hon, nanti malam ada pekerjaan yang harus aku garap dahulu soalnya" jawab Emili
"Kau tidak ingin pergi ke suatu tempat dulu? Atau kau mau ikut ke apartemen ku?" Tanya Mike lagi.
"Terimakasih hon, tapi aku mohon maaf karena pekerjaanku sangatlah banyak jadi mungkin lain kali saja ya" bujuk Emili.
"Baiklah kalau begitu aku antarkan kamu pulang ya?"
"Iya hon,"
"Sampai depan rumahmu atau?"
"Sampai depan gang yang kemarin dan sewaktu kamu jemput tadi saja" jawab Emili.
"Baiklah kalau begitu".