Bian sudah selesai meeting saat ponselnya bergetar di saku celananya. Tertulis Kevin Dewangga, di layar ponselnya, ia mengerutkan dahinya. Tumben sekali bocah ini menelepon, pasti ada sesuatu yang penting. Ia menggeser ikon hijau di layar ponselnya sebelum menjawab telepon Kevin ini. "Hallo," sapa Bian sambil berjalan menuju parkiran. "Hey, Bro! Apa kabar lo?" "Wey baik pak dok!" "Sorry, kemaren gue nggak bisa dateng di nikahan lo, maklum, kerjaan nggak bisa ditinggal." "Hahaha iya iya, paham. Bini gue juga sama kerjaannya kayak lo, Jadi gue gak kaget lah." ujar Bian. Kemarin saat pernikahannya dengan Jihan, Bian memang mengundang keluarga Dewangga untuk datang namun hanya Bapak dan Ibu Dewangga saja yang hadir, kebetulan juga Bapak Dewangga adalah dokter, beliau kenal dengan Mama,

