Jihan sedang santai saat poli sudah sepi bersama Shasya. Hanya Shasya dan beberapa temannya yang tahu kalau Jihan tengah hamil saat ini, selebihnya belum ada. Karena Jihan lebih sering menghabiskan jam kerjanya di ruangan, dr. Nadia tidak mengizinkannya melakukan hal berat. Yah walaupun akhirnya jadi cibiran kelompok lain. Sudah berkali-kali Jihan bilang pada dr. Nadia bahwa dirinya tidak apa-apa namun beliau tetap saja tidak mengizinkan, ancamannya? Ia akan memberikan nilai jelek di akhir nanti. "Lo nggak ngidam-ngidam ya, Jih?" tanya Shasya sambil menulis beberapa laporan. "Belum, tuh. Paling laperan aja kalau udah malam, makanya tiap mas Bian pulang, kelar makan, 30 menit kemudian dia langsung ngajakin tidur, biar gue gak ngemil. Rese kan?" ujar Jihan dengan wajah kusut karena kesal

