Bab 21: Hari Terakhir

2326 Kata

“Pak beneran mau pindah ke Jakarta?” Anita menatap Khaibar dengan wajah super lesunya. Sepulang kantor hari ini, staf inti marketing yang biasa berhubungan langsung dengan Khaibar di bawa oleh pria itu untuk makan bersama di Warung Bambu. Sebagai bentuk salam perpisahan. “Iya, kenapa wajah kamu sedih gitu?” tanya Khaibar dengan kalem. Kadang dia merasa lucu sendiri melihat bawahan nya itu yang tingkahnya banyak sekali namun kalau sudah bertemu di meeting akhir bulan wajah mereka tegang semua seperti ingin bertemu malaikat pencabut nyawa. “Bapak pakai nanya lagi, ya sedih lah saya. Saya nggak bisa lihat wajah orang ganteng lagi dong, Pak!” seru Anita terang-terangnya yang membuat gadis itu langsung mendapat jitak kan super manja dari Heru. Khaibar hanya menggelengkan kepalanya tidak habis

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN