Pria Mahal

1027 Kata

Khalid seolah menemukan titik keingintahuan Khumaira akan perasaannya terhadap sopir mereka tadi. “Aku tidak tertarik kepada Viona.” “Mengapa kau tersenyum?!” Khalid bergidik bahu. Tahu saja ia jika Khumaira pasti sedang panas oleh rasa cemburunya. Dikatakan wanita bisa menahan, menutupi banyak hal, tapi bukan kecemburuannya. “Kubilang kau harus tahu tempat untuk menampilkan senyuman, Khalid!” bisik Khumaira melirik ke seberang kursi Khalid yang terdapat seorang wanita muda tampak menggigit bibir memandanginya dengan tatapan menginginkan. Saat Khalid menoleh, gadis itu menjadi salah tingkah. Namun, Khalid tak memedulikannya. Beralih kembali kepada Khumaira yang alisnya masih belum sejajar juga. “Mai, kau cemburu.” “Aku tidak. Aku sekedar mengingatkanmu supaya tidak jadi penggoda

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN