“Kalian akan benar-benar pergi?” tanya Bintang kepada Khalid dan Khumaira saat di meja sarapan. “Ya.” Jawab keduanya serempak. “Ada apa, Abati?” tanya Khumaira kemudian. “Tidak ada. Aku hanya ingin bertanya. Ada temanku menawarkan pulau pribadinya untuk kalian berbulan madu.” Khalid menawarkan gurauan kepada istrinya, “Sepertinya orang-orang sangat ingin kita segera punya keturunan, Mai.” “Kita menolak tawaran itu, Khalid,” balas Khumaira singkat juga datar. “Kau serius?!” Khalid tercengang heran. Harusnya Khumaira memanfaatkan hal itu. Pulau pribadi pasti tempat yang tepat bagi Khumaira, pasti bisa bebas melepas cadarnya. Mungkin saja ada CCTV pemilik pulau, tetapi itu bisa dinonaktifkan sementara. “Kenapa kau tidak mau?” “Kau belum tahu kalau Khumaira tak bisa berenang?” ta

