“Khalid!” Seruan panik terdengar kecil. Khalid lekas ke pintu kamar tempat ia meninggalkan Khumaira. Ditemukannya sang istri masih terbaring dengan wajah bingung. “Oh!” Nada lega Khumaira keluar saat netra mereka bersapa. “Kau memanggilku?” tanyanya mendekat. Khumaira duduk, merentangkan tangannya kepada Khalid. “Kemari! Peluk aku!” Khalid langsung memenuhi pinta itu. Beralih mengusap punggung istrinya yang mendekap erat. “Ada apa, Mai? Kau bermimpi buruk?” “Ya.” Khalid tak bicara lagi. Hanya menenangkan lewat pelukan. “Sebentar!” seru Khumaira tiba-tiba. Khalid melerai pelukan, memandangi Khumaira dengan tanda tanya. “Kau memindahkanku?!” tanyanya tersadar. “Abi berkunjung. Kulihat kau butuh meneruskan istirahatmu jadi kupindahkan kau ke sini,” jelasnya tenang. “Oh

