Detik Keputusan

1499 Kata

Malam menjelang, Khumaira mengenakan gaun hitamnya berikut jilbab dan cadar. Tak ada yang akan lebih berarti dalam hidupnya selain malam ini. Khumaira merias diri sedikit karena akhirnya akan ada sepasang mata asing pria yang Khumaira persilakan menatapnya beberapa saat. Kata ibunya, sudah dua puluh pria yang menerima penolak Khumaira, artinya dua puluh juga yang tak punya kesempatan yang sama dengan pria pilihan Khumaira malam ini. Khumaira mematut wajahnya di cermin. Refleksi diri yang memukau terpantul dari sana. Ia punya kulit kemerahan yang mulus dan cantik alami, mirip ibunya sendiri. Khumaira bahkan bisa membayangkan seperti apa wajahnya nanti, tercermin jelas saat ia melihat sang ibunda, Latifa Bakrie. Ia sudah sangat sering menemukan wanita atau gadis yang terpesona saat memandan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN