Bab 145

1318 Kata

Khalid masih Khalid meski wajahnya tampak banyak bekas pukulan oleh Bagas dua hari yang lalu. Ia kini berakhir di jeruji penjara. Tak enak makan, tidur atau apa pun. Satu yang paling mengganggu pikirannya adalah Khumaira. Bertanya-tanya sedang apa dia? Bagaimana kondisi hatinya hari ini? Namun, tak ada siapa-siapa yang bisa Khalid ajak bicara tentang Khumaira selain isi dalam kepalanya. Kemudian, melangkah penjaga memberitahunya Bagas menjadi pengunjung pertama semenjak dirinya di sana. “Bagaimana kabar Khumaira?” tanya Khalid begitu melihat ayah sambungnya. Raut wajah Bagas jadi tak suka. “Aku datang ingin bertemu kau, bukan berkisah tentang dia.” “Khumaira, Abi! Bagaimana kabarnya?” ulang Khalid seperti tak mendengar sahut Bagas sebelumnya. “Kau sudah cukup dengan kegilaanmu. Khu

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN