Sekelebat Masa Lalu

1195 Kata

Khalid tersenyum, tak menyangka hal melankolis seperti itu yang akan diminta ayahnya. Bahkan jika Khalid tak mendapatkan Khumaira, ia tidak mungkin melepaskan diri dari Bagas Wandawarma. Khalid tak mau kehilangan sosok panutan sebaik dia hanya demi seorang gadis, sekalipun dia pewaris istimewa takhta Abinaya. Khalid menatap semburat jingga kemerahan mewarnai langit biru berawan putih di atas mereka. Ia menyembunyikan rasa senang yang tampil berbentuk senyuman kepada pemandangan yang disuguhkan alam taman rumah Wandawarma. Pagi damai untuk sebuah pembicaraan dengan kepala segar, pikirnya tenang. “Aku serius,” ucap Bagas sungguh-sungguh. Sisa senyum Khalid masih tertinggal di wajahnya. “Abi, sampai kapan pun kaulah ayah yang kumiliki.” Bagas akhirnya tiba pada titik ini, saat ia harus

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN