Ujian 2

1388 Kata

Khumaira menyunggingkan senyuman miris dan sinis sebagai respons kalimat tanya tak masuk akal adiknya. Kalau Khumaira sungguh tak memikirkan ibu dan ayah mereka sama sekali, Khumaira pasti tidak akan menurut atau tetap tinggal di Kastil ini. Nyatanya Khumaira bersedia mendengarkan apa mau mereka, walaupun dengan berat hati, sekalipun itu bertentangan dengan hatinya sendiri. Khumaira tahu batasan. “Ummi ikut dalam hal ini?” “Ummi yang punya ide membuat ujian itu. Mereka yang tidak memikirkanku, Khairan. Bukan sebaliknya.” “Mereka ikut campur hanya dalam hal penting. Itu bukti betapa mereka menyayangimu, Khumaira. Sadarkah kau? Kau berniat membuang cinta tanpa pamrih mereka hanya untuk seorang pria.” Khumaira tak merasa begitu. Ia menghormati, mencinta ayah ibunya selama mereka tak terl

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN