Kekhawatiran

1486 Kata

Khalid memejamkan mata. Kejamnya, tangan Khumaira sedetik menyenggol adik kecilnya yang mengacung itu. Setengah gila Khalid melepaskan kurungan bra Khumaira. Tanpa waktu terjeda Khalid menikmati suguhan di depannya. Khalid memohon ampun dalam detik warasnya. Harum, lembut, dan menyenangkan membuat cumbuannya meninggalkan bekas pada kulit Khumaira. Lengkuhan terdengar pelan, lepas dari Khumaira, kemudian Khalid merasakan jemari Khumaira mencengkeram rambutnya. Desah lolos dari bibir sang istri dengan mata terpejam. “Mai, bangun!” rayu Khalid di telinganya. “Bangun, Sayang.” Khumaira bergidik. Perlahan membuka mata dan memejamkan sesaat untuk menyesuaikan penglihatan dengan suasana. Tak lama, Khumaira langsung menutup dadanya yang dingin tersapu udara, tanpa bra. “Aku mau!” kata Khal

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN