Tanpa Judul

1108 Kata

Khalid tertegun. Hangat napas Khumaira di kulitnya. Demi Tuhan, Khalid bersumpah romansa mereka dengan hujan begitu indah. Khalid punya kenangan buruk, paling buruk dengan hujan sebagai latarnya, tapi Khumaira malah mengubah hujan sekali ini menjadi yang terbaik bagi Khalid. Rasanya ia tak akan trauma lagi saat hujan datang menyapa. Kilat dan guntur bergantian menampakkan diri, tetap khidmat Khumaira mengecup tangan suaminya. Nampak seperti hal yang paling disyukurinya di atas muka bumi adalah pemilik tangan itu. Belum lagi kalimat yang diucapkan melambungkan Khalid bagai balon berisi helium yang tanpa pemberat. Khalid pun melantunkan surah yang diminta istrinya. Syukurlah itu surah yang mudah, bagian dari juz 30 yang sudah ia hafal. "Bagaimana kalu kita bahas permasalahan tadi?" tanya

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN