Kegilaan Khalid

2304 Kata

Pertanyaan Khumaira membuat Bintang memasukkan sebelah tangan ke saku celananya. Bukan sehari saja ia berjibaku memikirkan kejadian ini, saat akhirnya Khumaira menduduki takhta. Bintang sudah memutuskan dengan banyak pertimbangan sebelum menyerahkan kekuasaan pada putrinya yang menginap bipolar tersebut. “Karena Khalid, Abati?” ulang Khumaira menelisik ayahnya. Bintang mengangguk pelan, “Sudah saatnya kau menempati milikmu. Memang ada andil Khalid, tapi meski bukan dia yang kau nikahi, Abati tetap akan memberikan takhta kepadamu, Saleha.” “Sekalipun ... Rahman?” tanyanya pelan. Bintang mengangguk yakin. Sayangnya, Rahman mungkin tidak akan mau mendampingi Khumaira di takhtanya. Suara ketukan pintu terdengar menyela pembahasan mereka. “Siapa?” tanya Bintang. “Khalid, Abati.”

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN