Khalid pusing kepala. Di dalam lift, sendirian. Terkenang Khumaira. Ada hasratnya terbangkitkan oleh Reda dan itu membuat harga dirinya serasa runtuh. Wanita menjijikkan itu punya daya tarik sensual dengan wajah cantik dan tubuh molek, tetapi Khalid pun punya kesetiaan dan cinta yang tulus untuk Khumaira. Demi Tuhan, ia tahu, sedikit saja terjebak dalam lingkar permainan Reda, maka Khumaira tak lagi pantas dimilikinya. Khalid menghubungi istrinya sebagai obat dari segala masalah yang ada. “Saleha!” “Ada masalah?” Khalid tak akan bercerita. Itu sama saja menggali kuburan sendiri. “Sudah sehat?” “Aku baik-baik saja tanpamu. Kau tidak begitu?” Khalid masam. “Aku tidak begitu. Kalau kau ingat, kita belum pernah masuk ke hotel di sebelah sini.” “Khalid...!” Khalid merinding sendiri oleh

