Kebenaran bisa hadir kapan saja Entah menjelma secara tak sengaja Atau justru secara nyata *** Seminggu kemudian... Suasana kantor sedang sangat kondusif. Akhir bulan selalu jadi waktu tersibuk untuk mereka. "Permisi, selamat siang..." sapa seseorang yang baru masuk ke ruangan admin. Sontak mereka menoleh bersamaan, meneliti sebentar sosok tinggi semampai yang tersenyum ramah. Di sampingnya ada bocah kecil menggandeng tangan perempuan itu. "Ya? Ada yang bisa dibantu?" tanya Anis ramah. "Saya mencari ruangan pak Danis." "Maaf, dengan siapa? Sudah buat janji kah?" "Saya Melisa, istri pak Danis." Mendengar pernyataan tersebut semua yang mendengar tak mampu menyembunyikan kekagetan. Bahkan Nina dan Tari sampai membekap mulut masint-masing sangking tak percayanya. Mereka kira

