Part ,42-terciduk

543 Kata

"pa..."andreas segera melepas ciumannya saat mendengar deheman dari belakangnya. Malu..tentu saja beanka sangat malu saat kepergok sedang berciuman dengan andreas,entah bagaimana jadinya setelah ini. Ia yakin jika beanka akan benar'benar malu menatap pak wijaya ayah andreas. Kampret memang saat dirinya pun ikut terhanyut dalam sentuhan lembut bibir andreas ingin rasanya ia berlari keluar menjauhi andreas. Beanka terus saja menunduk saat pak wijaya berjalan kearahnya"sepertinya anak papa sudah dewasa.. dan bahaya jika sudah seperti ini.." Andreas hanya tersenyum getir mendengar sindiran keras ayahnya"kenapa ayah kembali..."gumam andreas kesal,sedang beanka masih tetap menunduk lesu,ia malu..benar'benar malu sekarang,bibirnya terasa ngilu meski hanya untuk sekedar basa-basi menyapa pak

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN