Deru nafas memburu,helaan lega terdengar indah dan mata masih terpejam tanpa ada niat untuk membukanya,rasa malu masih menyelimuti beanka,entah kenapa ia begitu mudahnya menikmati cumbuan dari seseorang yang anggap saja baru ia kenal dan satu hal lagi,bagaimana bisa beanka menyerahkannya begitu saja kepada orang yang tidak ia sukai,mungkin benar hatinya masih tidak bisa menerima lelaki lain namun tubuhnya seakan mengiyakan kehadiran seseorang yang bisa menjaganya,tubuh beanka seakan berkata jika andreaslah pria yang pantas menjaganya sedang hatinya masih tidak bisa menolak kehadiran davian meski ia tau jika itu terlarang. Kening yang mesih menempel sempurna dan deru nafas yang mulai teratur membuat andreas membuka sedikit demi sedikit matanya,melihat wajah cantik yang masih terpampang jel

