Mega Pov. Silva datang membawa keangkuhan bersamanya ketika menginjakkan kaki di rumahku. Ia tersenyum lebar seolah merayakan kemenangan atas apa yang ia tuntut padaku dan juga Ian. Yah, dia menuntut memasuki rumah kami dengan alasan bisa belajar jadi nyonya rumah Atmadja. Sama sekali tidak perduli bagaimana perasaanku yang sudah menyandang status nyonya Atmadja. Tidak ada yang bisa kami lakukan selain menurutinya. Lalu hari ini aku hanya melihat kedatangannya dari pintu rumahku. Yang hampir mengingatkan ku akan kebersamaan kami sewaktu aku mengotrak rumah dekat rumah orang tuanya dulu. Dia begitu perhatian dan baik sangat berbeda dengan sekarang. Atau memang saat itu ia hanya berpura - pura. Namun yang menarik perhatianku adalah anak kecil yang berjalan tertatih dan memegang bajuny

