Menganggap ini semua tidaklah pantas dan khawatir jika Yoda melihat, Dion mendorong keras d**a Frey. Tetapi, usaha Dion sia-sia karena Frey kembali mencium nya. Kali ini lebih liar dan tanpa memberi jeda. Tenaga Dion tidak bisa menyaingi, Frey tetap mencengkram kuat pinggang dan satu lengan. Tak lama, Dion berontak dan berhasil menjauhkan Frey dari hadapannya. "Apa-apaan sih? Gila ya kamu?" "Ya, aku gila." ucap Frey menyudutkan punggung Dion ke dinding, kemudian memasang wajah geram kepada Dion. "Kenapa malah kamu belain dia? Aku pernah tanya soal, apa dia suami kamu? Tapi … Kamu itu jawab kalau Musa sialan itu bukan siapa-siapa, tapi … Kenapa kamu selalu milih dia, Dion?" tanya Frey dengan nada suara keras. Dion pun enggan menanggapi, dia memilih untuk menjauhkan wajahnya dari tatapan

