ALYA POV
Saat ini, gue berada diruang tunggu bersama dengan papah. kejadian Mamah Pingsan dirumah tadi membuat gue sangat khawatir, gue berharap mamah tidak kenapa-napa.
"paaahh.. mama kenapa ya'' tanya gue kepada papah.
''mungkin mamahmu itu hanya kecapaian nak, semoga gapapa''ucap papahku dan tetap saja tidak membuat gue sedikit lega.
Saat gue tengah menunggu dokter yang memeriksa Mamah. Tiba-tiba handphone gue bergetar.
drrrttt....ddddrrrrtt
gue mengambil handphone gue didalam saku seragam sekolah. lalu melihat nomer tak dikenal mengirim sms gue "Sms dari siapa nih" Ucap ku .
From (0813xxxxxxxx)
Alya..
To: (0813xxxxxxxx)
Maaf ini siapa yah?
Send.
From(0813xxxxxxxx)
Gue Rizky ya..mau ketemu lo bentar boleh?
To: RIZKY
Iyaa kak ada apa yah?
Maaf kak kalo sekarang ga bisa. Gue lagi nungguin nyokap dirumah sakit.
Send
Tak lama kemudian, Rizky menelpon gue . gue tampak bingung dengan sikap Rizky yang tiba-tiba menjadi seperti ini. yang gue tahu, Rizky itu susah sekali didapatkan . tetapi dia malah menelpon gue.
Akhirnya gue menekan tombol hijau untuk menjawab telpon dari rizky
"Yaa lo diruma sakit kan? Gue kesana ya?"
"Gausa ..." Tut..tut..tut..
***
Rizky pov
Saat ini, kedua sahabat gua tengah berada di rumah gue untuk bermain PlayStation. Gue berteman dengan Eddie dari kelas 7 sedangkan dengan Putra, gue berteman sejak taman kanak-kanak. Makanya Putra lebih sedikit kurang ajar dibandingkan Eddie. Mereka berdua tinggal tidak jauh dari rumah, hanya beda blok saja. Jadi kita bertiga sering sekali menginap dirumah gue kadang Eddie ataupun Putra. Mungkin hanya mereka saja yang gue punya sampai saat ini, keluarga juga gue masih utuh, dan harmonis. Gue memiliki adik perempuan yang masih sekolah dasar yaitu Sella.
Setelah gue kalah karena melawan putra yang termasuk cowok paling jago dengan permainan game di Playstation, gue mengambil handphone gue untuk mengirim pesan ke Alya. iya Alya adik kelas di sekolah gue . dia termasuk murid baru disekolah gue dan gue menjadi penasaran dengan kehidupannya.
Rizky
Alya..
Alya
Maaf ini siapa yah?
Rizky
Gue Rizky ya..mau ketemu lo bentar boleh?
To: Alya
Iyaa kak ada apa yah?
Maaf kak kalo sekarang ga bisa. Gue lagi nungguin nyokap dirumah sakit.
Mendengar Nyokapnya tengah sakit, gue langsung menelponnya dan diangkat oleh Alya.
"Yaa lo diruma sakit kan? Gue kesana ya?"
"Gausa ..." Tut..tut..tut..
Gue memutuskan Telponnya tanpa ia menjawab, Tetapi satu hal yang menurut gue sangat bodoh. Kenapa gue tidak menanyakan alamat rumah sakitnya. namanya di daerah jakarta. rumah sakit tidak hanya satu.
Akhirnya gue langsung bersiap-siap ke rumah sakit, untuk menjenguk mamahnya alya. tak tau kenapa baru kali ini gue rasain hal aneh kalo sama alya, dan sekarang gue sangat cemas dengannya. padahal gue baru saja mengenal dirinya.
Kedua sahabat gue yang melihat gue tengah buru-buru ini akhirnya membuka suara
''bro lu mau kemana?'' tanya eddie
''mau kerumah sakit'' ucap gue
''nah loh siapa yang sakit?'' tanya Putra
''mamahnya alya'' jawab gue
''alya, alya ohhhh yang adek kelas itu ya?'' tanya Eddie sambil mengingat kembali
''iya, yaudah ya bro gue jalan dulu'' ucap gue
Teman-teman gue menghadang gue '' seeettt dah buru-buru amat, kita ikutlah. siapa tau mamah alya langsung sembuh liat kita'' jawab Putra .
''serah-serah dah lu, ayuk cepet jalan'' ucap gue langsung pergi meninggalkan mereka ke mobil yang terparkir digarasi rumah.
Gue menuruni anak tangga,dan melihat adik perempuan gue yang tengah makan di ruang makan bersama dengan mamah.
"Mah, iky jalan dulu ya mau jengukin temen" izinku
"Siapa yang sakit emang?" Tanya mamah
Tanpa gue sadari, kedua teman gue sudah berada di belakang gue
"Itu tan, pacarnya iky namanya Alya" ucap Putra yang membuat gue membulatkan mata
"Nggak mah temen doang kok" elak gue
"Lebih dari temen gapapa, kali-kali ajak anaknya kerumah ky, mamah mau liat" ucap mamah yang juga meledeki gue
"Nanti tan, eddie ajak alya kesini deh" ucap Eddie
"Lu kira, lu pacarnya gemblong" ucap putra
"Yaudah mah, iky pamit dulu ya" ucap gue sambil salim ke mama gue dan diikuti oleh kedua sahabat gue
Selama jalan, seperti biasa teman teman gue memberikan jokes yang sangat garing. tetapi gapapa deh, setidaknya tidak membuat gue terlalu tegang seperti tadi dirumah
putra yang berada di sebelah gue ini menatap gue dengan wajah yang tak bisa di artikan " Bro, lo tau kan alamat rumah sakitnya?" dan gue menepuk kening gue "belum.. hehe tolong telponin Alya dong"
Putra mengambil handphone Rizky dan mencari nama Alya di kontaknya lalu menelponnya
"Hallloo alya, selamat siang"
gue melihat Putra, langsung menatapnya dengan tajam. gue tau nih anak mau modus.
"Sorry ya, gue di plototin sama cowok lu nih hehe. btw nyokap dirawat dimana? gue sama yang lain udah dijalan nih"
"......."
" Gapapa alya, apa sih yang nggak buat neng alya" dan gue langsung menatapnya tajam
" heheh bercanda ya, ohiya alamat rumah sakitnya belum. jangan dimatiin gitu dong"
"......"
"oh gitu, makasih ya adek kelas cantik"
Putra menutup telponnya dan nyengir ke arah gue "Peace men.. jangan marah ya"
"bodo amat" ucap gue
" Owwwww Rizky cemburu" ejek Eddie
"owwwww" ucap Putra
"ah bodoamat"
***
Sesampainya di lobby rumah sakit, gue langsung mengambil handphone gue dan buru-buru menelpon Alya.
"Hallo. alya dimana?"
"Di lobby kak deket pendaftaran" ucapnya, dan gue melihat Alya yang tengah melambaikan tangan kearah kami.
Akhirnya alya, gue dan kawan-kawan bertemu, dan Kami semua berjalan ke kamar mama nya alya dirawat.
Sesampainya disana,gue melihat Mama Alya tengah berbaring lemah di kasur . tetapi kecantikannya tidak pernah luncur. sama seperti anaknya.
Mamah Alya tersadar kalau banyak orang di ruang rawatnya pun berusaha untuk bangun dan dibantu oleh suaminya.
"Nak kamu membawa siapa? Pacarmu? Tanya nya lemas tetapi tetap tersenyum
'Mamahnya alya secantik anaknya ya'batin gue
''mamanya alya tuh?'' tanya Putra
''iyeee'' jawabku sewot
''selow banggg wkwk gilaaa mamanya aja cantik, anaknya pun ikutan cantik'' ucap Putra
"Ih apasih mah ini temen alya" Ucap alya blushing
'' alya blush lucu yah'' ucap Eddie lalu gue menoyor kepalanya . "Diem" Ucap gue dan mereka langsung diam.
"cemburu yang punya eh" ucap Putra
"iya ya cemburuan lu dasar " ucap eddie
" gue masih bisa denger ya"
" dasar pencitraan " ucap eddie
" kalo di luar, udah gue lempar dari gedung rumah sakit" ucap gue
"aku takut, babanggg rizky galak" ucap Eddie. emang anak ini sangat menyebalkan
'Duuuh yaya lo kalo blush makin lucu' batinku
"Tante saya Rizky teman sekolahnya alya"ucapku kepada Mama alya dan Salim kepadanya dan kepada papah nya juga.
''tante saya Eddie yang paling ganteng di sekolahnya alya, tapi kita semua kakak kelas nya alya'' jawab Eddie
''iya tante saya Putra. duuh tante manis banget'' jawab Putra
"dan yang di sebelah nick itu rizky, pacarnya Alya" ucap eddie dan gue menepuk kepalanya dengan remot tv
"aduh sakit"
"tau rasa lu"
"Oh ya tante nih ada bingkisan dari saya semoga tante suka dan langsung sembuh" ucapku dan memberikan barang yang gue bawa
"Tante liat kamu aja kayaknya udah mau sembuh deh " jawabnya tertawa lemas
Semua dalam ruangan pun ikut serta tertawa .
***
Pada saat mamah Alya tengah beristirahat, kami berempat pergi ke kantin rumah sakit untuk mengisi perut Eddie yang kelaparan.
sesampainya dikantin rumah sakit, Alya memesankan makanan untuk kami bertiga dan tentunya untuk dia juga.
gue memandangi Alya dari jauh, tubuh munggil, rambut yang bergelombang itu membuat dirinya terkesan imut dan lucu. gue melihat wajahnya tanpa polesan make up sama sekali dan itu membuat gue makin jatuh pada pesonanya.
tanpa gue sadari, Alya memergoki gue yang tengah melihat dirinya itu langsung membuang muka. gue yakin banget pasti Alya blushing.
setelah Alya datang menghampiri kami dengan membawakan beberapa makanan kami, tetapi ada pelayan yang membantunya juga kok. dan akhirnya kami berempat makan dengan nikmat.
setelah selesai makan, kami berempat berpamitan dengan kedua orang tua alya.
"Tan, Om saya dan teman-teman pamit dulu ya" ucap gue dan kedua orang tua alya tersenyum
"iya nak, terima kasih ya sudah menjadi teman baik Alya dan udah mau jenguk tante"ucap mamahnya
Lalu kami bertiga diantarkan oleh Alya sampai lobby Rumah sakit.
"ya, makasih banyak ya" ucap gue kepadanya dan alya hanya tersenyum
"ih yaampun alya gemesh banget sih" ucap Eddie yang membuat gue memukul lengannya pelan
"galak banget monyetnya Alya" ucap putra yang membuat gue membulatkan mata
Alya melerai kami " sudah jangan bertengkar, kalian hati-hati dijalan yaa. dan terima kasih juga udah mau jenguk mamah gue"
"apasih yang nggak buat Alya kalo kata Rizky ma" ucap putra yang membuat gue kesal.
"udah gausah diladenin mereka Alya, emang otaknya sedikkit begese" ucap gue dan dia hanya tersenyum.
akhirnya kami bertiga berjalan menuju parkiran mobil, dan pergi kerumah gue untuk melanjutkan permainan Plaaystation .