Hillary menarik napas panjang mendengar penuturan Damien. Entah harus percaya atau tidak oleh kata-katanya, Akan tetapi Hillary tidak menemukan keraguan di mata laki-laki itu. Dia masih terpaku pada Damien yang sudah menolak dirinya dan anaknya waktu itu. Memang tidak ada yang tidak mungkin bahwa laki-laki di hadapannya ini berubah pikiran begitu cepat karena menyadari kesalahannya. Namun, yang dia tahu dia tidak mencintai Damien. “A-aku tidak tahu harus bilang apa….” “Aku akan menikahimu Hillary.” “Tapi aku tidak mencintaimu, Damien,” lontar Hillary. “Aku akan membuatmu mencintaiku.” Hillary berdecak sambil menggeleng. “Tidak semudah itu.” “Menurutku mudah saja, karena ada anak itu di antara kita,” tandas Damien percaya diri. Mau tidak mau Hillary terkekeh ringan. “Kau yakin?” ejekn

