“Selamat pagi....” Senyum Laras terkembang ketika kakinya melangkahkan kaki ke toko yang baru saja mau di buka. “Selamat pagi....” Ranti menjawab salam Laras, wanita itu menoleh kepada Laras sambil membalas senyum dengan tangan yang masih memegang slat daun rolling door. Dengan cekatan ia memutar kunci pada rolling door tersebut lalu menarik bagian paling bawah hingga pintu pengaman toko itu naik ke atas sampai slat demi slat saling berhimpitan. “Kamu yang buka toko setiap pagi, Ran?” tanya Laras. “Biasanya Sari. Karena Sari sudah berhenti jadi sekarang ini menjadi tugas aku,” jawab Ranti. “Dan akan menjadi tugas kamu nanti kalau aku juga berhenti,” candanya sambil tersenyum. Laras memukul pelan lengan Ranti mendengar ucapan wanita itu. “Ayo masuk, akan aku jelaskan bagian yang akan

