“Meooong.” Nusa menggigit sebuah piring dan membawanya ke tempat Cakra. Sudah hampir dua jam anaknya itu melamun sampai ia lupa kalau ia belum makan sejak pulang sekolah tadi. Jika Cakra tau, Nusa sangat ingin pergi ke sekolah Cakra untuk menghadiri acara yang Cakra maksud, namun kehadiran yang di harapkan oleh Cakra itu adalah kehadiran orang tua nya bukan kehadiran seekor kucing seperti dirinya. Akh, andai saja.... Lagi Nusa merutuki kembali dirinya. Penyesalan yang tiada akhir Nusa rasakan sekarang akibat kelakuannya di masa lalu. “Nggg, apa?” Cakra hanya memutar bola matanya sebentar lalu kembali memejamkan nya. Nusa tau kalau anak lelaki itu sama sekali tidak tidur. “Meooong.” Kembali Nusa mendekatkan piring tersebut hingga menyentuh lengan Cakra, namun Cakra sama sekali tidak

