Sedikitpun Nusa tidak mau menyentuh tulang-tulang ikan yang khusus di bawakan oleh Lentera untuknya. “Mot, ayo makan? Ikan ini aku sendiri yang memancingnya dari kolam,” ujar Lentera bersemangat. Rasa bahagianya masih terasa meskipun ia sudah sampai di rumah. Lentera tetap bersemangat menyodorkan tulang-tulang ikan itu pada Nusa. “Cemot sepertinya gak lapar, Dek,” ujar Cakra yang melihat adiknya semenjak datang berusaha membujuk Nusa untuk makan tetapi kucing itu hanya diam mengacuhkan Lentera. “Tapi ikan-ikan ini enak loh, Bang. Cemot juga harus merasakan,” protesnya. Nusa tetap tidak mengacuhkan, melihat tulang-tulang itu hanya akan menambah sakit hatinya. Ia bahkan tidak mau memandang tulang tersebut. “Mot... makaaan,” seru Lentera lagi. “Sudah, biarkan saja tulang ikan itu di sa

