Rindu

1016 Kata

Selamat membaca. Semoga suka. Yang belum vote dulu ya, Kak? Makasi *** Setelah keluar dari rumah Mas Daffi hari itu, aku segera menemui Om Sahid di kantornya. Tentu saja sebelum menuju ke sana, aku memastikan lebih dulu kalau Om Sahid sedang berada di sana. Maklum, dia, kan orang sibuk. "Jadi, akhirnya kau menyerah juga, Ri?" tanya Om Sahid lalu menyesap pelan kopi hitam favoritnya. Aroma moccanya yang tajam seketika mampu menenangkan pikiranku yang saat itu sedang kalut. "Riana sudah berusaha, Om. Maaf." Kepalaku tertunduk semakin dalam sambil berusaha menyembunyikan air mata yang kembali menyeruak ke luar. Ah, sangat menyebalkan sekali kalau sampai Om Sahid melihatku cengeng seperti ini. Om Sahid mendengkus kasar. "Keterlaluan memang si Daffi dan Juwita itu, apalagi sejak Asmoro su

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN