Siapa yang bakal nyangka sih bila sedang enak-enaknya tidur malah di ganggu dengan suara menyalahi toa ibu-ibu senam, kali ini teriakannya lebih kencang daripada teriak mamang-mamang sayur. Lama-lama Jelita yakin gedung apartemen mewah ini akan hancur. Tidurnya terlalu nyaman dan hangat, tak mampu membuatnya membuka mata karena selimut yang ia gunakan ini sungguh membuatnya nyaman, tak menghiraukan suara lengkingkan keras yang sedang menggema itu. Jelita semakin mengeratkan yang membuatnya hangat meski permukannya keras tak menyurutkan Jelita untuk tetap memeluk yang membuatnya hangat itu, namun saat kehangatan itu melingkupinya tak lama sebuah gelombang air menghantamnya tanpa ada aba-aba, Jelita bangun dan gelagapan tak lain juga partner tidur Jelita semalam. “Astagfirullahhh—Gustiku—

