Jam telah menunjukkan pukul delapan malam, Ethan dan Rhea kini berada di ruang makan. Ethan makan dengan lahap, berbeda dengan Rhea yang tampak gugup saat ini. Duduk tepat disamping Ethan membuatnya terus teringat pada kejadian tadi sore. Bahkan, bekas cupang yang Ethan tinggalkan di lehernya masih terlihat jelas. “Ada apa? Apa kau tidak suka dengan hidangan malam ini?” tanya Ethan sedikit khawatir. Dua pelayan yang masih berdiri di hadapan mereka tampak gugup mendengar ucapan Ethan. Rhea segera menggelengkan kepalanya dan mengatakan jika ia tidak apa-apa. “Hanya tidak nafsu makan,” jawabnya. “Kenapa? Apa yang kau pikirkan hingga tak ingin makan?” “Tidak memikirkan apa-apa.” Ethan pun terdiam dan mencoba memikirkan sebuah cara agar Rhea mau makan. Ia khawatir akan kesehatan istriny

