Semakin Penasaran

1069 Kata
Jam telah menunjukkan pukul sebelas malam, tapi Ethan masih belum pulang membuat Rhea sangat khawatir. Mengingat suaminya sedang terluka parah dan harus segera meminum obat. Sesekali ia menghubungi Ethan, namun seperti biasa, lelaki itu tak pernah mengangkat panggilannya. “Dia ke mana sih. Sudah tengah malam seperti ini dia belum juga pulang. Sudahlah abaikan saja. Lebih baik aku tidur duluan. Lagian memang dia selalu pulang tengah malam,” kata Rhea pada akhirnya memutuskan untuk kembali ke kamarnya untuk tidur dan mencoba untuk tidak menghawatirkan suaminya di luar sana. Sedangkan di sisi lain. Ethan sedang menikmati alunan musik Dj di sebuah klub malam dan ditemani oleh minuman beralkohol di hadapannya. Sesekali ia meneguk minuman memabukkan itu lalu kembali menatap kerumunan manusia yang sedang bergoyang mengikuti alunan musik. Tiba-tiba seorang lelaki yang seumuran dengannya mendekat dan duduk di samping Ethan dan merangkulnya seakan mereka sangat akrab, tak hanya itu lelaki yang baru datang itu tiba-tiba merebut gelas minuman Ethan dan meneguknya tanpa izin. “Apa yang kau lakukan Daniel,” desis Ethan kesal dan mendorong lelaki bernama Daniel itu menjauh darinya. “Aku hanya ingin menemanimu minum. Kenapa? Apa kau tidak suka?” jawab Daniel santai. “Aku malas bicara denganmu.” “Wahh, padahal aku ingin memberikanmu informasi penting,” kata Daniel lalu berdiri seakan sengaja membuat Ethan penasaran. “Informasi apa?” tanya Ethan seketika membuat senyum Daniel merekah. Seperti yang ia duga, Ethan pasti penasaran dengan informasi yang ingin ia sampaikan. “Organisasi kita baru-baru ini mendapatkan kabar jika, salah satu anggota Dragon’s Claw tiba di Indonesia,” kata Daniel seketika membuat raut wajah Ethan berubah drastis. “Benarkah?” tanya Ethan memastikan. “Tentu saja, aku tidak mungkin salah. Aku tahu kau pasti sangat tertarik dengan informasi baruku.” Seketika Ethan mengepalkan tangannya dan aura membunuhnya seketika keluar. Wajahnya memerah dan urat nadinya terlihat jelas di perpotongan lehernya. Seketika, kilasan masa lalunya yang kelam terbesit dalam ingatannya. Sebuah kisah yang memilukan dan tak akan bisa ia lupakan. “Aku akan menemuinya,” kata Ethan cepat dan bergegas ingin mencari anggota Dragon’s Claw yang kabarnya baru saja tiba di Indonesia. “Kau mau mencarinya ke mana? Tak ada yang tahu dia ada di mana saat ini. Lebih baik kau diam saja di rumah dan temani istrimu itu,” kata Daniel sambil menekankan kata istri membuat Ethan kaget. Ethan pun segera menatap Daniel dengan tajam. Namun, lelaki bernama Daniel itu sama sekali tidak takut dengannya. “Kau lupa siapa aku? Aku tahu segalanya. Kau tidak bisa menyembunyikan apapun dariku,” kata Daniel dan tersenyum menyeringai. “Jangan pernah menyentuh wanita itu.” “Kenapa? Apa kau mulai suka dengan istrimu?” Ethan tertawa kecil dan menggelengkan kepalanya. “Mana mungkin aku mencintainya. Aku hanya menikahinya hanya untuk mengawasinya agar tak membocorkan rahasiaku.” Namun, Daniel malah tersenyum menyeringai. Melihat perhatian Ethan pada wanita yang baru saja dinikahinya membuatnya yakin jika Ethan tak hanya ingin mengawasi wanita itu tetapi ada maksud dan tujuan yang terselubung. “Dari pada kau mengurusi rumah tanggaku. Lebih baik kau segera cari tahu di mana lelaki itu berada. Aku ingin kau segera menemukan posisinya,” kata Ethan mengalihkan pembicaraan. Daniel tersenyum dan berkata, “Tunggu kabar dariku.” Setelah itu, Daniel pun segera keluar dari klub malam meninggalkan Ethan yang kembali pada minuman beralkoholnya. *** Tepat saat jam menunjukkan pukul dua pagi, Rhea terbangun dari tidur nyenyak nya saat mendengar suara ribut dari lantai bawah. Karena penasaran, Rhea segera keluar dari kamarnya dan turun ke lantai satu. Ia pun mengikuti asal suara hingga tiba di pintu utama. “Siapa di luar!” pekik Rhea sedikit takut. Ia tak berani membuka pintu rumah. Takut jika yang masuk adalah perampok atau pembunuh. Sedangkan di luar rumah, Ethan sibuk mengutak atik pintu rumahnya. Namun, karena terlalu mabuk membuatnya sulit utuk membuka pintu. “Kenapa tidak bisa terbuka sih. Hei, rumah jangan menghalangiku masuk,” kata Ethan berbicara pada pintu. Mendengar suara suaminya membuat Rhea mulai berani untuk membuka pintu. Dan saat pintu terbuka, Ethan yang saat itu sedang bersandar pada pintu spontan terjatuh dan menimpa tubuh Rhea. Dengan refleks Rhea menangkap tubuh Ethan agar tak jatuh ke lantai. “Kau mabuk. Ayo aku bawa kau ke kamar,” kata Rhea dan segera memapah Ethan menuju kamar suaminya yang tak jauh dari ruang tamu. Setibanya di kamar, Rhea ingin membaringkan Ethan di kasur, tapi tiba-tiba saja Ethan membalik tubuhnya dan mengubah posisi di mana Rhea yang lebih dekat dari kasur. Kemudian, Ethan mendorong Rhea ke kasur membuat wanita itu terlentang. Saat Rhea ingin mendudukkan tubuhnya, Ethan segera menaik ke atas perut Rhea dan menahan wanita itu. “Apa yang kau lakukan? Lepaskan aku,” kata Rhea memberontak sambil mencoba mendorong Ethan untuk menjauh darinya. Bukannya menjauh, Ethan malah tersenyum menyeringai. “Bukankah ini yang kau inginkan?” tanya Ethan menatap Rhea dengan tatapan datar. “A ... aku tidak ingin melakukannya tanpa cinta.” Mendengar kata cinta dari bibir Rhea membuat Ethan tertawa. Kemudian ia mendekatkan wajahnya ke wajah Rhea yang saat ini terlihat sangat ketakutan dan gugup. “Dengar, aku ... tidak akan pernah mencintaimu,” kata Ethan membuat d**a Rhea mendesir perih. Tak menyangka suaminya akan berkata pedis seperti itu. “Dan ...” Ethan menjeda ucapannya sejenak. “Jangan pernah mencari tahu siapa aku dan apa pekerjaanku. Karena itu hanya akan membahayakan nyawamu,” kata Ethan lalu tiba-tiba tertidur menimpa tubuh Rhea. Dengan cepat Rhea mendorong Ethan menjauh. Kemudian memperbaiki posisi tidur suaminya dengan hati-hati agar tak menganggu suaminya. Di saat Rhea ingin menutup tubuh Ethan dengan selimut, tatapannya tertuju pada baju Ethan yang mengeluarkan darah. “Lukanya pasti terbuka,” batinnya. Rhea pun bergegas melepas baju yang Ethan kenakan, kemudian tatapannya tertuju pada tubuh Ethan yang penuh luka di mana-mana. Selama ini, ia tak pernah melihat penuh tubuh bagian atas Ethan sehingga ia tak pernah menyadari jika suaminya memiliki banyak luka, baik di perut maupun di punggung belakang. Ada banyak luka, mulai dari luka lama hingga luka yang masih baru. Melihat luka yang begitu banyak di tubuh Ethan membuat Rhea semakin penasaran akan pekerjaan Ethan selama ini. Rhea pun menatap wajah Ethan yang saat ini tertidur pulas kemudian, ia kembali teringat perkataan Ethan yang memperingatinya untuk tidak mencari tahu siapa dia dan pekerjaannya. “Sepertinya, aku semakin penasaran tentang identitasmu.” Tangan Rhea terulur dan menyentuh satu demi satu luka di tubuh suaminya. “Semakin kau menyembunyikannya dariku, aku semakin penasaran untuk mencari tahu.”
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN