Penembakan Di Pinggir Tebing

1041 Kata

Waktu berlalu begitu cepat, tak terasa jam telah menunjukkan pukul dua sore dan Rhea mulai merasa bosan berada di pesta yang tak ada habisnya. Sejak tadi pagi, ia hanya duduk diam memperhatikan suaminya yang terlihat sibuk menyapa beberapa pembisnis yang Ethan undang. Di depannya, penuh dengan gelas kosong yang habis ia minum karena kebosanan, bahkan beberapa cemilan dan hidangan telah ia cicipi satu persatu. “Wanita itu beruntung sekali yah. Aku jadi iri deh. Andai saja jika akulah yang menikah dengan Tuan Ethan, mungkin kehidupanku akan sangat membahagiakan,” bisik salah satu staf kantor yang diundang. “Iya yah. Dia beruntung sekali. Padahal kemarin, ia sempat dikira sebagai mata-mata perusahaan, ternyata istri CEO.” Percakapan dua wanita yang tak jauh dari Rhea duduk membuat, Rhe

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN