Kompensasi

1604 Kata

Gerald dan Nadia keduanya tengah berjalan ke arah lapangan basket, diikuti oleh Nadia di belakangnya. Lapangan basket sudah ramai oleh pemain, termasuk teman-teman satu tim Gerald yang juga akan bertanding malam itu. “Dengar! Diam di sini jangan ke mana-mana!” ujar Gerald. “Ya bawel,” sahut Nadia malas. Saat Gerald memasuki lapangan pertandingan, banyak pasang mata yang tak berkedip melihat ke arah pemuda itu. Ada pula yang bersorak memanggil namanya. Malam itu Gerald sangat gagah dan tampan. Padahal jika dibilang, pria itu bersikap cuek bebek. Namun, aura Gerald memang sangat memukau. “Halah, lebai banget ... gue yang jelas-jelas istrinya aja gak girang kaya gitu,” gumam Nadia, sembari menatap tak suka kepada para gadis yang duduk di kursi penonton. “Hai! Lo di sini juga?” tanya Ark

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN