" Harus dengan cara apalagi untuk mendisiplinkan kamu, Zhang Xihe? Kamu selalu saja bertingkah dan berakhir membuatku pusing."
" Aku bosan melihat wajahmu yang menyebalkan itu. Sekarang kamu kujatuhi hukuman. Pergi dan turun ke dunia manusia. Jaga dan didik anak kembar bernama Wang Hao Ran dan Wang Xin Rui. Mereka berdua adalah anak kembar yang diramalkan. Menjadi sumber kehancuran dan kepunahan manusia. Rawat dan didik mereka berdua jadi sosok yang baik dan bijaksana. Juga hancurkan iblis yang tersisa di dunia manusia. Jangan biarkan iblis itu makin merajalela. Kamu harus bisa melaksanakan tugas ini dan harus berhasil. kalau tidak, kamu akan berakhir menjadi monyet jelek. Dan semoga kamu mendapatkan jawaban atas kegundahan -mu selama 10.000 tahun ini. Selamat jalan anak ku, semoga berhasil."
" Baik kaisar, terimakasih atas kemurahan hati anda. Semoga saya bisa mengemban tugas dari anda dengan baik. Terimakasih atas doa anda dan semoga saya berhasil menemukannya."
Dia adalah Zhang Xihe, dewi dengan perawakan paling cantik serta Paling tinggi diantara dewa/ dewi lain. Zhang Xihe dianggap sebagai keajaiban di dunia dewa. Selain wajahnya yang cantik tiada tanding. Kekuatannya pun luar biasa, over power mampus pokoknya. Di alam dewa sendiri, tidak ada dewa/ dewi yang layak menantangnya. Baik dalam segi fisik dan kekuatan. Mungkin hanya guru besar dewa dan sang kaisar yang mampu menundukkan dirinya.
Meski dianugerahi kekuatan dewa di level paling atas, yaitu tingkat SSS. Juga wajah dan bentuk tubuh bak lukisan indah. Tak membuat dewa berani menaruh hati padanya. Bukan tidak suka, akan tetapi lebih cari aman. Dewi - dewi pun tak ada yang berani mencelanya.
" Huh ... ngak apa- apa deh diturunin ke bumi. Kali aja kaisar kasih aku jadi keluarga kaya. Wuiss... asyiknya. Aku ngak usah repot-repot mikirin tugas membosankan di alam dewa. Di bumi tinggal duduk manis sambil menikmati hidup. Behhh, betapa menyenangkannya."
Sayang seribu sayang, sebab pada kenyataannya. Zhang Xihe malah ditugaskan merasuki tubuh wanita miskin. Seorang putri kerajaan sengaja dibuang oleh pihak kekaisaran. Dengan dalih ketiga putranya adalah pembawa sial.
Ketiga anak berserta dirinya dipaksa meninggalkan kekaisaran. Hidup di tengah-tengah rakyat jelata di daerah terpencil. Hasutan dari permaisuri serta para pendukungnya. Berhasil mendepak sang putri keluar Istana.
Lalu bagaimana dengan sang suami? Apakah pria tersebut membiarkan hal tersebut terjadi begitu saja? Tentu saja tidak.
Wang Quiran, suami dari Zhang Xihe. Tentu tak akan membiarkan hal tersebut terjadi. Namun sayang sekali, pada saat itu. Sang pangeran tengah bertarung digaris depan. Melawan musuh yang hendak menghancurkan negeri. Sang pangeran telah tiga tahun sudah berada di medan perang. Hingga tak tahu jika anak beserta ketiga putranya diperlakukan sebegitu parah.
Bing shi, selir kaisar sekaligus mertuanya Zhang Xihe. Berusaha keras meminta belas kasih kaisar. Agar mencabut keputusannya untuk mencampakkan cucunya sendiri. Namun tak ada efeknya sama sekali.
Bing shi sempat mengatakan kepada menantu serta ketiga cucunya. Agar bersabar sampai dirinya berhasil memberi kabar kepada putranya. Sebab hanya putranya yang bisa menyelesaikan masalah ini.
Dengan sangat enngan, Zhang Xihe hanya bisa setuju. Kalau dirinya memberontak, mungkin hukumannya akan bertambah. Bisa saja dirinya bukan hanya diasingkan.
Zhang Xihe sendiri adalah seorang wanita yang cantik. Benar - bener sangat cantik. Namun kelakuannya yang kejam menutupi semuanya itu. Sekolah kecantikannya tak ada gunanya.
Bagaimana tidak, dirinya sangat jahat terhadap anak - anaknya. Para putranya yang belum genap lima tahun. Selalu mendapatkan perlakuan buruk. Meneriaki anaknya pembawa sial, memukul hingga membiru dan sering membiarkan anaknya kelaparan.
Oleh sebab itu, tubuh ketiga anaknya begitu kurus. Kalau boleh dikatakan, sekali ditiup angin. Pasti langsung terbang jauh.
Ketiga anak itu sering mencari beri liar untuk mengisi perut. Atau makanan yang mereka dapat dari penduduk baik hati. Padahal sang mertua rutin mengirimkan makanan, uang serta pakaian layak. Namun karena keegoisannya, itu semua Zhang Xihe gunaksa sendiri.
Badan kurus, kulit kekuningan, pakaian compang - camping, badan kotor. Begitulah penampakan anak - anaknya. Sungguh kasihan dan menderitanya anak - anak itu.
" huaaa.....Mama, keluarkan kami ma. maafkan Rui ma, ngak akan curi makanan mama lagi. Jangan tinggalkan kami di sini ma. Kami bertiga takut ma, kami janji ngak akan curi makanan mama lagi." Mohon Wang Xin Rui, si putra bungsu.
" Huhuhu..... jangan begini ma. Kami bertiga adalah anak mama. Tolong maafkan kami ma, Hao Ran salah ma. Hao Ran curi makanan mama sebab adik sangat kelaparan. Jangan tinggalkan kami di sini ma, kami takut." Sahut Wang Hao Ran, putra tengah. memohon dengan linangan airmata.
" Tolong jangan biarkan adik - adikku di sini. Banyak binatang buas di sini mama. Aku yang otak dari kejadian ini. Kalau mama marah, cukup lampiaskan saja padaku. Biar aku saja yang di hukum, jangan libatkan adikku." Ujar Wang Wei Ming, si sulung. Ikut memohon kepada ibu kejamnya. Pasrah dan berkorban agar adiknya tidak ditinggalkan di tempat berbahaya ini.
" Apa - apaan ini kaisar? Jangan bercanda padaku. Manusia macam apa ini? Dan anda menyuruhku memasuki tubuhnya? Ngak sekalian saja kau melenyapkan aku. Aku ngak sudi punya nama dan rupa yang sama dengan perempuan iblis ini. Bagaimana bisa ada wanita sekeji ini di dunia. Hanya karena anaknya lapar dan mengambilkan sedikit makanannya. Langsung dihukum sebegitu kejam. Bahkan binatang paling sadis saja tidak melakukan hal demikian. Wanita ini benar - benar busuk, berbanding terbalik dengan wajahnya. Aaarrhh.... aku kesal sekali."
Awalnya Zhang Xihe jijik dan enggan masuk ke dalam tubuh wanita yang mirip dengannya. Tapi apa daya, dirinya harus tetap melaksanakan tugas. Kalau tidak sang kaisar dewa pasti akan mewujudkan sumpahnya. Mereingkarnasi dirinya jadi monyet.
mulanya, sang dewi cahaya yang mulia. Mengalami kesulitan mengasuh anak kecil. Namun lambat laun sang dewi mulai terbiasa. Dan tanpa disadari oleh-nya, benih kasih sayang tumbuh di dalam hatinya kepada ketiga anak malang itu.
Kasih itu tumbuh dan semakin kuat berdiam di dalam hatinya. Senang tak terlukiskan saat melihat senyum cerah di pipi mereka. Dan sakit hati ketika melihat mereka dirundung. Bahkan saking kesalnya, orang yang menggangu mereka ingin dia musnahkan. Entah apa yang menarik di dalam diri para bocah lelaki malang itu.
Hingga pada suatu ketika, kebenaran terbongkar sudah. Sebuah kenyataan yang membuat dirinya sang dewi Semakin mencintai ketiga putranya. Bersumpah akan menjaga, membahagiakan dan memberikan yang terbaik untuk para pangeran kecilnya.
Membungkam dan menghancurkan siapapun yang mencoba menyakiti ketiga pangerannya. Baik itu manusia keji, siluman bahkan iblis sekalipun.
********