10 : Kenyataan 2

1751 Kata
"Ada siswa yang mau les dengan ku dirumah--". Rio langsung menatap wajah yang ada disebelahnya. Menunggu kelanjutan Alyssa. "Apa boleh?". Tanya wanita. "Kelas berapa?". "Kelas 10. Mereka kurang mengerti saat belajar dikelas, anak Olimpiade pasti kamu paham gimana resikonya?". Rio mengangguk saja. "It's ok! Aku akan pulang jam 8 malam kalau yang kamu takut kan mereka akan menanyakan ku". Alyssa tersentil dengan pernyataan tersebut. Ia merasa bersalah dengan Rio karena harus sembunyi-sembunyi begini. "Seharusnya gak seperti ini". Lirih Alyssa dalam hati. Rio tersenyum menenangkan istrinya "Jangan sedih! Kamu gak perlu merasa bersalah". Seakan tau apa yang dirasakan Alyssa Rio mampu menebaknya. "Tapi kamu--". Rio menggeleng pertanda cukup. "Mereka boleh les dirumah. Sudah, tidak perlu di perpanjang ya!". Bujuk Rio. Mau tak mau Alyssa mengangguk patuh. *** Di lain tempat, seorang gadis yang masih berseragam pemda singgah ke cafe sederhana namun terlihat nyaman dijadikan tempat bersantai. Ia meletakkan tas laptop dan melihat menu yang tersedia. Gadis itu suntuk, ia harus mengerjakan RPP untuk pertemuan besok. Meskipun sudah ada pemberian dari seniornya, tapi gadis itu akan tetap merevisi RPP tersebut dan sekaligus membuat media pembelajaran. Suasana sore kafe sangat mendukung, langit yang gelap menambah kesan dingin hati nya. Dingin terhadap sikap seseorang yang baru-baru ini sulit untuk digapai. Shilla menghela nafas berat, ia butuh oksigen sebanyak mungkin untuk tetap bertahan selama masa PLK. Percakapannya dengan Zaki benar-benar menohok hati nya. __---__ Shilla menghampiri Zaki yang sedang makan siang dikantin sendirian. ia heran dengan pemuda itu kenapa selalu sendiri meskipun banyak teman PLK yang lain. "Oi Zaki!". pemuda itu mendongak lalu tersenyum samar. Shilla pun duduk disebelahnya. Jam istirahat sudah lewat, makanya kantin sekolah sepi dan waktu yang tepat untuk bisa makan. "Gak ngajar, Shill?". "Free hari ini. Tadi gue baru selesai penelitian". "Di kelas berapa?". "Kelas 11. Lo masuk jam berapa?". "Nanti jam terakhir". gadis itu mengangguk paham. ia memperhatikan Zaki yang sedari tadi berkutat dengan laptop nya. "Oh ya Shill,--". "Apa?!". terlalu cepat untuk dirinya merespon. terkadang Shilla terlalu menggebu dalam urusan hati. seperti sekarang contohnya. "Menurut Lo, Alyssa itu gimana?". "Gimana apanya?". "Iya,, menurut lo aja. Kan lo deket tuh sama dia! Menurut lo dia orang nya gimana?". Ashilla menghela nafas sejenak, ia merasa jika Zaki menyukai teman nya itu. "Dia baik dan ramah. Tapi terkesan tertutup--". Zaki mengangguk setuju. "Gue juga ngerasa gitu. Udah sebulan ini gue gak ngobrol sama dia. Kangen aja!". Shilla merasakan remasan kasar dan penuh kesakitan menekan d**a nya. Zaki merindukan Alyssa dan hal itu lumrah terjadi jika PLK. cinta lokasi ibaratnya. "Oh ya? kenapa?". "Nothing! bukan urusan lo juga kan?". kemudian gadis itu merapatkan bibirnya dalam. "Oh ya dan satu lagi! Stop deketin gue, Shil. Selama ini gue diem karena lo deket dengan Alyssa, jalan terbaik biar gue tau gimana Alyssa itu. Tapi sekarang, gue mau lo berhenti deketin gue, berhenti untuk sok ramah. Anggap aja kita gak kenal sampai saat ini!". Setelah mengatakan hal tersebut, Zaki meninggalkan Shilla yang termangu. Hati nya koyak lantaran perkataan yang sangat kejam menurutnya. Hanya angin yang mendengar desau nafasnya yang terlalu sesak. Sesak karena hantaman kuat. Belum berjuang saja, sakitnya sudah seperti ini. Ashilla kalah sebelum memulai. ___---___ Otak cerdas nya kembali berputar mengenai percakapan mereka beberapa hari lalu. Bohong jika tadi ia mengatakan kepada Alyssa bahwa dia menaruh rasa segan dengan Zaki selama ini. Padahal dia mencoba ramah dan berusaha dekat dengan pemuda itu. Nyatanya, miris. "Lo gak boleh bego, Shill. Bukan nya lebih bagus begini ya? Lo gak perlu mewek dong, kan belum ada apa-apa diantara kalian. Justru itu jalan terbaik biar lo gampang move on!". kata nya sendiri. Ashilla berusaha mentralkan hati nya, menyembuhkan dengan perlahan entah dengan cara apa saja. "Permisi, gue boleh duduk disini?". Ashilla mendongak mendapati sosok yang baru saja ia lamunkan. b*****t memang! "Eh Shilla!". Sapa Zaki. Shilla menorehkan senyum santai berusaha untuk tidak gugup. "Lo mau duduk ya? lanjut aja! Gue mau pulang kok". Buru-buru ia mengemasi barang-barang nya. untung saja ia belum memesan makanan kepada waitress. Zaki menatap kepergian Shilla dengan acuh. Bukan urusan nya juga, sepertinya tamparan beberapa hari lalu sukses menyadarkan Shilla. Pikirnya tak bersalah. *** Atas permintaan Alyssa, Rio membelikan nasi goreng yang ada di dekat perempatan ujung sekolah mereka. Sangat jauh dari rumah, tapi mau bagaimana lagi. Alyssa memang selalu meminta sesuatu yang membuat Rio tak bisa menolak, meskipun ia sangat lelah malam ini. Rio melihat sosok Ashilla, teman PLK Alyssa yang sedang duduk di trotoar. Lalu, Rio pun berhenti dan menghampirinya. "Miss Shilla?". Shilla yang dipanggil sedikit terkejut, lantaran disini sepi dan tak ada orang untuk dimintai tolong. Batrai ponselnya habis, motornya tiba-tiba mati padahal bensinnya penuh. jujur saja, ia tak mengerti mesin. "Eh--ehm, Rio ya?". Rio mengangguk kecil. "Kenapa Miss? Motornya rusak?". Tanya Rio. "Gak tau nih! Gak ngerti juga, udah di starter pake engkolan juga gak bisa". keluh gadis itu. Rio mencoba memeriksa sebisanya saja. Dan sepertinya memang rusak. "Saya telfonkan bengkel langganan saya, ya Miss. Miss saya antar pulang aja". Shilla mendelik mendengar penawaran dari siswa kelas 12 dihadapannya ini. hari semakin malam dan ia akan mengharapkan siapa lagi? Sudah bersyukur ada Rio yang tak sengaja lewat. "Eh, ehmm,, gak papa nih? Miss gak ngerepotin?". Rio tersenyum singkat dan menggeleng pelan. "enggak lah Miss! Tapi saya mau beli nasi goreng dulu dekat ujung perempatan sekolah, gapapa kan Miss?". Dimana etika Shilla jika dia menjawab 'tidak'? sudah pasti ia harus mengiyakan, demi Tuhan ia harus nya bersyukur! "Gapapa! Miss ikut aja, malahan Miss berterimakasih. Udah mau nolongin". Rio hanya mengulas senyum tipisnya dan mempersilahkan guru PLK nya itu masuk ke mobil, setelah sebelumnya motor gadis itu di jemput oleh bengkel langganannya. Alyssa pernah bercerita jika Shilla belum tau status hubungan mereka. dan mungkin rio harus memberitahu Alyssa terlebih dahulu. ** Rio Josse : Aku ketemu Miss Ashilla, nih. Motor nya rusak. kasian dia! Alyssa berulang kali membaca chat tersebut, kalau-kalau dirinya salah baca. Tapi memang tidak. Alyssa Gemintang : Bawa ke rumah dulu, Yo! Udah malam, kontrakan Shilla jauh soalnya. Biar dia tidur dirumah aja Rio Josse : Lah, alasan ku apa coba? nanti dia mikir yang aneh-aneh! Alyssa terbahak membaca balasan dari Rio. Iya juga, ya! Duh, lucu nya! "Apa ya, alasan Rio?". ** Rio terjebak disituasi yang mengharuskan nya membawa Shilla menginap dirumah. Hah, istrinya itu ada-ada saja. Sepanjang menunggu nasi goreng, rio banyak bercerita dengan Ashilla. perihal kenapa gadis itu ada dipinggir jalan dengan motor rusak karena Shilla pulang dari cafe dekat sekolah dan ponselnya kehabisan baterai. Sementara Shilla, ia tak menaruh rasa curiga sedikitpun kepada Rio. jelas karena Rio merupakan siswa nya disekolah, meskipun ia tak masuk ke kelas 12. "Miss--". "Kalau Miss menginap dirumah saya saja, gimana?". Rasa kaget Shilla kini berkali-kali lipat, harus ia apakan Rio sekarang? mereka sudah kembali ke dalam mobil "Maksud kamu?". "Mampus gue!". rutuk Rio. Rio menghela nafas sejenak "Saya telfonkan seseorang untuk Miss ya! biar jelas!". Rio pun mendial nomor Alyssa. "Kok Alyssa?". Tanya Shilla kebingungan. "Hallo, Lyss!". "Shilla ini elo? Lo gimana? gak papa kan?". di ujung sana Alyssa memberondongnya dengan beberapa pertanyaan. "Ya enggak sih! tapi ini ada apa? Kok Rio malah nelfonin elo? gue gak ngerti!". Kata nya. "Lo ikutin apa kata Rio! gue tunggu pokoknya. Lo harus nginap sementara, rumah lo jauh. ingat kan?!". kemudian Alyssa mematikan sambungan tersebut, sedangkan Rio berusaha biasa saja. "Saya masih gak ngerti". Rio berdecak malas. "Miss mau tau tentang apa?". "Saya mau tau kenapa dan ada apa kamu dengan Alyssa". Rio menatapnya dalam. "Kalau saya beri tau Miss, apa Miss bisa menjaga rahasia kami?". Alis gadis itu bertaut kencang. "Rahasia?". "Ya rahasia. kalau Miss jgak bisa komitmen diawal soal rahasia ini, saya gak mau kasih tau!". Shilla meneguk saliva nya perlahan, aura Rio sangat tidak bersahabat untuknya. selalu berubah-ubah dan itu membuatnya sedikit gugup. "Insha Allah saya bisa jaga rahasia". Kata Shilla akhirnya. Rio berusaha untuk menjelaskan dengan kata-kata ringan dan mudah dicerna oleh Shilla. susunan kalimat yang ia buat serasa akan ujian bahasa indonesia saja. "Saya dan Alyssa adalah suami istri. Kami menikah beberapa bulan lalu!". "What the!!". Pekik gadis itu tak percaya. Rio menebak, akan seperti itulah respon nya. "Iya, kami menikah--". "Gi,,Gimana bisa?". Rio tergelak mendengar pertanyaan tersebut. "Miss npasti belajar biologi kan waktu sekolah? kenapa sepasang makhluk hidup bisa menikah". Lagi, Shilla meneguk saliva nya. Raut wajah Rio yang datar dipadukan aura dingin itu membuat Shilla memekik didalam hati. "ya Allah, dosa apa gue sekarang? Gue baru tau kalau mereka udah gitu aja!". Shilla tertawa gugup "Maksud saya, kenapa kalian bisa menikah secepat itu? Kamu kan masih sekolah". "Apa yang gak bisa ditutupi dari anak pemilik sekolah?". Shilla berdecis pelan mendengar nada sombong itu. Rio malah tersenyum sinis. "Ada suatu kejadian, dan itu melibatkan kami berdua. Anda tau kan jika bertemu di suatu bar akan berakhir dimana?". Shilla menahan nafas nya saking kaget untuk kesekian kalinya mendengar penjelasan Rio. Dia sudah dewasa dan tau kemana arah pembicaraan tersebut. "Saya harap, Miss gak menceritakan hal ini ke semua orang! Guru-guru disekolah hanya tau bahwa Alyssa sudah menikah, tapi tidak tau dengan siapa". "Saya tau Anda orang yang baik, Miss". Rio menyunggingkan senyum kecil ketika mobil nya sudah terparkir di depan rumah. *** Alyssa menyambut Ashilla dengan binar cerah, ia membawa gadis itu ke kamar tamu yang berada dilantai satu. Kini mereka sudah berada di kamar, dengan Alyssa yang menyiapkan beberapa perlengkapan untuk gadis itu menginap. "Lo gak mau cerita sesuatu ke gue Al?". tanya Shilla. Alyssa menghentikan pekerjaan membenahi tempat tidur. ia menatap Shilla dengan tatapan sunyi. "Gue rasa, Rio udah menceritakan tadi saat kalian dijalan". kata nya. Shilla menggigit bibir bawahnya gusar. Apa ia sudah keterlaluan? mengorek informasi demi menuntaskan rasa penasarannya. Alyssa duduk di pinggir ranjang diikuti Shilla "Kami menikah karena kecelakaan, Shill". Lirih nya pelan. Shilla mengusap lembut punggung tangan teman nya itu. "Gue mabuk dan berakhir diranjang bersama Rio--". "Jadi Rio--". "Rio yang menyelamatkan gue! waktu itu ada acara party kecil-kecilan denga teman-teman gue. Karena gue gak biasa minum, gue pun dipaksa. Ya udah, gue mau walaupun sedikit. tapi karena sedikit itu ngebuat semua rencana masa depan gue berputar 360 derajat". Jelas Alyssa. "Lo udah tau kebenarannya. Gue harap setelah ini lo masih tetap berteman dengan gue, Shill. Gue tau kalau gue kotor dan--". "Ssttt! Lo ngomong apa sih?! gue gak kayak gitu kali, Lyss! Lo jujur aja gue udah lega, selama ini gue selalu aja penasaran kenapa lo tertutup banget. gue ngerasa lo nyimpan sesuatu, dan benar aja. Lo punya sesuatu yang lo simpan sendiri". Alyssa menggangguk pertanda benar. "Dan sekarang, lo dan Zaki udah tau--". "Zaki?". "Ya, dia udah tau". Ingatan Shilla kembali terlempar ke beberapa hari yang lalu. "Rio tau kalau dia suka sama gue. Dia nekat datang kerumah". Ashilla terkejut, tentu saja. Alyssa pun menceritakan bagaimana bisa seorang Zaki melakukan hal demikian hingga nekat mendatangi rumah ini dan bertemu langsung dengan Rio saat suaminya itu membuka kan pintu. "Lo kenapa Shill?". Alyssa menegur nya karena melamun setelah mendengar cerita tersebut. "Enggak ada! Thanks untuk cerita malam ini. Gue janji jaga rahasia kalian". katanya sembari tersenyum tulus. **** #SalamAnakRantau
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN