bab 19

3351 Kata

"Selamat malam, Ibu." Athena tersenyum. Pandangan hangat mengikuti seulas senyum yang terukir indah di bibirnya. Menatap putra laki-lakinya yang siap tidur, tampak bersinar di antara temaramnya lampu kamar dan lampu taman yang memancar dari celah-celah jendela kamar. "Kalau kau bermimpi buruk, katakan. Jangan kau pendam sendiri." Kepala Mikail terangguk. Tangannya memeluk guling dengan erat. Sembari terus menatap mata sang ibu yang menyorot teduh. "Aku menyayangimu, Ibu." Athena menghela napas. Kembali menunduk untuk menghadiahi kecupan singkat di pipi tembamnya, lalu tersenyum. "Ibu juga menyayangimu. Sangat." Mengusap anak rambut sang anak sekali lagi, Athena baru beranjak bangun. Memperbaiki selimut Mikail, dan berjalan keluar kamar. Menemukan lampu lantai dua yang temaram, dan p

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN