Saat Athena membuka mata, yang ia lihat adalah sekitarnya tampak temaram. Lampu-lampu darurat itu menyala terang. Layaknya lentera yang ada di penjara bawah tanah, Athena merasakan dadanya sesak bukan main. Kedua matanya melebar. Tersadar kalau saat ledakan itu terjadi, dia sedang memeluk putrinya. Napasnya tertahan, melihat putri kecilnya yang malang menjadi bahan penelitian Sina yang keji. Athena mendesis. Amarahnya memuncak. Tatkala dia tidak lagi memandang iba pada Green Ariana yang mencuri putri kecilnya darinya. "b******n!" Athena meludah tepat di hadapan Ariana. Membuat ibu satu anak itu meringis. Saat Athena merasakan otot-otot tangannya kaku, tidak bisa bergerak barang sedikit saja. "Sialan!" Kekehan terdengar nyaring. Ketika Athena menoleh, menemukan Shin menatapnya lapar.

