Mikail turun dari sofa ruang tengahnya. Menatap pada pemandangan kepulan asap yang terbang tinggi di angkasa bersamaan dengan rintikan salju yang turun membasahi Dalla di sore hari. "Ayah?" Kedua mata anak itu melebar polos. "Ayah!" Militer yang berjaga di kediaman rumah Jenderal lantas berlari. Menghampiri penerus pemimpin mereka di masa depan dengan tatapan cemas. Saat matanya menangkap kepulan asap yang sama, militer itu langsung bersiaga. "Apa yang terjadi?" Athena baru saja turun dari lantai dua. Menemukan asap hitam terbang tinggi, berbaur bersama udara dari arah utara membuatnya kehilangan napas. "Distrik mana itu?" "Distrik Rose, Nyonya Athena." Salah satu militer menjawab. "Kami mendapat laporan, bahwa Panglima Sai memasang perangkap di sana untuk memancing pengkhianat kelu

