[21]

1843 Kata

“Gue enggak nyangka, kalau kita bakalan sampai di titik ini!” Jenna menggigit roti lapis, bekal sarapannya pagi ini. “Sampai harus pindah dari gedung kita, ke kontrakan kecil ini.” “Seenggaknya, kita enggak perlu nyapu dan ngepel kantor tiga lantai, ‘kan?” seloroh Keysha. “Bener juga. Eh, Key! Belum ada kabar Rizal, kapan dia balik?” Keysha menggeleng. “Belum, Jen.” “Kenapa, ya, dia tiba-tiba liburan lama banget! Ini udah hampir sebulan sejak dia tiba-tiba ngilang.” “Mungkin lagi ada masalah keluarga yang berat banget,” tegur Susan. “Bisa jadi, sih.” Jenna menghela napas, lalu menatap malas pada Susan yang sedari tadi sibuk dengan layar komputernya. “Eh, Mbak Sus, Key, kalian berdua sadar enggak? Setelah pulang dari pemotretan, Panji sama Bu Mita makin deket, ‘kan? Wah, jangan-j

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN