Sayang Banget

1938 Kata

Dari tadi Ryan bolak-balik melirik ke arah layar gawainya yang ada di atas meja. Dia menunggu telepon dari seseorang yang sangat dia cintai. Dari kemarin, belum ada kabar sama sekali dari Anggi. Dia juga lupa untuk menelepon kekasihnya itu pada malam hari. Boro-boro menelepon Anggi, untuk beranjak dari ruang tamunya sendiri saja dia kesulitan. Om Win mengetahui gelagat Ryan yang sangat tidak nyaman di matanya itu. Dia meletakkan kertas yang sedang dia pegang dan melangkah ke hadapan lelaki itu. "Mau sampai kapan melihat HP terus?" Ryan mendongak dan memajukan kedua bibirnya, seakan dia adalah bocah terimut di dunia. "Aku boleh enggak sih istirahat dulu?" "Buat nelepon pacar kamu itu? Terus kalau aku ditanyain sama papamu aku bilang kalau kamu menghabiskan waktu untuk memikirkan pacarmu

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN