17

999 Kata

"Ya ampun Aini, aku mohon, semakin lama kau di sini, aku akan semakin malu kepada ayah mertua. Aku mohon agar kau mengerti posisiku yang sedang sulit seperti ini, tolong jangan buat keadaan yang makin rumit," pintanya sambil menangkupkan kedua belah tangan. "Apakah aku tidak berhak tinggal lebih lama di sini, aku juga ingin menghabiskan waktu bersama kedua orang tuaku?" "Masalahnya kau sudah datang dengan air mata dan kesedihan. Jadi mereka akan berpikir bahwa aku adalah sumber kesedihanmu. karena itu, aku ingin mengajakmu pulang. Kau bisa kembali nanti kapan kau mau, setelah masalah ini berres." Dasar pecundang, ia ingin segera mengajakku pulang untuk menghindari bertemu ayah yang bisa saja sangat murka padanya. Dia memang takut sejak lama pada ayah. Tapi, entah mengapa, mungkin sudah

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN