Mendapat tekanan dan guncangan dari ayah dari segala sisi, suamiku mulai menyerah dan luluh pertahanannya, pria itu menangis, terisak perlahan lalu tersedu di depan ayah. Ayah yang masih memegang kerah bajunya kini terheran dengan mental suamiku yang hanya bisa menangis. "Kenapa kau menangis, jangan tunjukkan kelemahanmu, jika di sisi lain kau bisa menekan anakku dengan segala kekuatanmu, apa kau pikir kau hebat!" Bugh! Ayah memukul Mas Albi dengan cengkeraman tangannya yang kekar, suamiku tersungkur menabrak sofa mendapat pukulan dari ayahku yang pensiunan polisi, hidungnya berdarah dan dia hanya bisa mengumpulkan keberdayaan dengan lemas. "Maafkan saya Ayah, ampuni saya!" "Ampun katamu, setelah berbulan bulan kau sakiti putri kesayanganku, kau pikir kau saja yang punya orang tua

