108

1038 Kata

"Kau menolak Mas?" "Iya, karena kurasa, aku lebih baik membahagiakan mental istriku dibanding mempedulikan orang dari luar." "Terima kasih kalau begitu, Mas. Aku merasa hatiku menghangat mendengarnya. Tidak bermaksud untuk egois tapi aku terharu karena kau lebih mementingkan diriku." "Ada anak-anak juga yang aku perhatikan. Intinya kalau kau bahagia maka keluarga ini akan bahagia. Tapi jika kau tidak bahagia maka situasi rumah ini akan suram dan menyedihkan." "Ya Tuhan, aku beruntung memilikimu," ucapku pada suamiku. "Sama, aku juga bahagia memilikimu sebagai pasangan hidup dan penyemangat, kau yang terbaik." " ... Kalau begitu aku pergi dulu ya." "Baiklah, hati-hati," jawabku sambil melihat dia yang berdiri dan aku langsung mencium tangannya. Anak-anak juga berpamitan padaku dan m

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN