106

1084 Kata

* "Kenapa kau? Kenapa hari ini wajah itu berseri dan kau kelihatan gembira sekali?" Dia bertanya seperti itu saat baru saja kusambut di depan pintu. "Entahlah, aku hanya sangat bahagia," jawabku sambil mengangkat bahu. "Sungguhkah?" "Iya. Kau tahu apa alasannya?" tanyaku memancing rasa penasaran suamiku. "Tidak," jawab suamiku sambil menuju ke dapur, seperti biasa, Ia tuangkan air dari dispenser dingin lalu meneguk kesejukan cairan dari dalam gelas itu dengan tegukan cepat lalu lega. "Ibu akan memberiku hadiah...." "Wah, selamat, hadiah apa?" "Masih rahasia sebab itupun dalam proses untuk meyakinkan dia bahwa aku pantas atau tidak mendapatkannya," jawabku. "Diuji dulu baru diberi hadiah?" "Ya." "Ujiannya apa?" "Membahagiakan keluarga ini dengan segala kemampuanku." "Tentu s

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN