"Boleh saya duduk?" suara Kayla menyadarkan katerkejutan Keanu.
"Oh ya ya silakan," ujar Keanu bangkit dari duduknya dan melangkah menuju sofa di hadapannya.
"Saya hanya mengantarkan dokumen ini, surat perjanjian kerjasama yang terlanjur disepakati oleh almarhum kakek saya, dan jangan kawatir setelah dua tahun, perusahaan kami tidak akan memperpanjangnya lagi," Kayla menyampaikan maksudnya dengan bahasa formal.
Sejenak Keanu diam saja, dan ia hanya memandang wajah Kayla yang dari tadi memandangnya dengan tatapan dingin, lalu Keamu mengangguk, menerima dokumen dari Kayla dan membuka map berwarna biru, ia lihat, ia baca sebentar lalu ia tanda tangani.
Kayla menatap lekat wajah Keanu saat membaca dokumen, sekuat tenaga ia menahan untuk tidak bergelayut manja di lengan yang ternyata semakin kokoh setelah sepuluh tahun tak bertemu. Kayla menatap tangan Keanu yang menandantangani dokumen dan mengingat lagi, tangan itu yang selalu mengacak rambutnya dan memencet hidungnya, terlalu sulit melupakan masa 18 tahun kebersamaan mereka.
Ssketika dadanya perih, matanya berkaca-kaca menahan tangis..
Kean...aku merindukanmu...
Keanu mendongak dan tersentak kaget saat matanya menangkap ada kilatan air mata di mata Kayla yang tiba-tiba berubah dingin lagi.
"Terima kasih, ini untuk saudara simpan, permisi," Kayla bangkit dan melangkah menuju pintu. Sekali lagi Keanu mencoba memanggil.
"Kay...,"
Kayla tetap melangkahkan kakinya dan menghilang di balik pintu. Keanu menunduk, menghela napas dengan berat dan memegangi dadanya.
"Aku merindukanmu Kay, merindukanmu,"
Dan suara Keanu terdengar oleh Kayla di balik pintu yang belum tertutup sempurna.
Ia melangkah cepat menuju lift berusaha agar air matanya tak jatuh.
***
Di tempat duduk penumpang Kayla mengusap air matanya, menumpahkan tangisnya, suara Keanu yang memanggilnya terus terngiang. Sopirnya sesekali melihat dari kaca.
"Ibu baik-baik saja?"
"Ya, tidak apa-apa pak, kita kembali ke kantor," ujar Kayla menghapus air matanya lagi.
Aku harus kuat untuk terus mengabaikanmu, rasa sakit kehilangan mama papa akan selalu aku ingat, tapi kenangan 18 tahun denganmu sungguh sebuah siksaan jika aku harus bertemu denganmu seperti ini, hanya kamu Keanu laki-laki yang benar-benar tahu memperlakukan aku harus seperti apa.. Aku merindukanmu Keanu,aku kehilangan kakak, aku juga membencimu sampai kapanpun..
***
Keanu memejamkan matanya di tempat duduknya. Mengingat kembali kilatan air mata di mata Kayla tadi.
Kau merindukanku ternyata Kayla, tatapan sendu dan air mata itu tak bisa membohongiku, tak bisakah kau berpikir jernih bahwa apa yang terjadi pada orang tua kita adalah sebuah takdir.
Ketukan pintu menyadarkan Keanu, dan sekretaris Keanu mengingatkannya bahwa setelah makan siang akan ada meeting dengan semua divisi.
Keanu mengangguk dan sekretarisnya hendak ke luar menutup pintu, saat Keanu memanggilnya.
"Bisa belikan saya makan siang Bella, tidak harus kamu, nyuru ob saja, kamu beli saja sekalian," ujar Keanu dan Bella mengangguk sambil tersenyum.
***
Sampai lepas isyak Keanu masih berkutat dengan pekerjaannya, Bella mengetuk pintu dan pamit pada Keanu hendak pulang duluan.
"Ah ya Bella silakan, malam-malam begini kamu sama siapa?" tanya Keanu kawatir.
"Saya sudah biasa Pak, sudah pesan ojek online, lagian tempat kos saya dekat kok Pak, mari Pak saya duluan," ujar Bella menganggukkan kepalanya dan menutup pintu perlahan.
Keanu menoleh pada ponselnya, saat ada panggilan masuk. Ah oma Yasmin...
Selamat malam oma
Malam Keanu, apakah tadi ada Kay ke kantormu
Ya oma, memberikan surat perpanjangan kerjasama
Bagaimana sikapnya padamu
Tetap seperti dulu oma
Ah anak itu, tidak ada gunanya sekolah tinggi jika pikirannya tetap seperti itu
Nggak papa oma, saya maklum
Berusahalah Keanu, agar ia jadi Kayla yang dulu
Ya oma
Kamu masih di kantor
Ya oma
Ah ya sudah, sampaikan salam oma pada Tita, nenekmu...
Ya akan saya sampaikan oma
Keanu menutup sambungan teleponnya, menatap wallpaper yang bergambar dirinya bersama Kayla saat sma...
***
"Hati-hati Kayla, nanti berkabarlah pada oma setelah sampai di Brisbane, ini perjalanan cukup jauh sekitar 10 jam lah, berapa hari kamu di sana?" tanya Yasmin pada cucunya.
"Paling lama seminggu oma, aku akan membicarakan juga keinginan oma pada John, dan sebenarnya nggak jauh juga tapi karena transit satu jaman di SG ya jadinya makin lama" ujar Kayla sambil meraih tangan neneknya, mencium punggung tangannya dan memeluknua dengan erat.
"Kay berangkat oma," ujar Kayla pamit, melangkah ke mobil dan sopir sudah siap membantu Kayla membawakan travel bag mungilnya.
***
Udara malam Brisbane yang dingin menyambut Kayla, ia bergegas menuju apartemen John karena lebih dekat dari bandara.
Hampir tengah malam ia baru sampai ke apartemen John, ia buka perlahan, sepertinya ada yang tidak beres melihat apartemen yang acak-acakan. Hampir dua minggu ia tingalkan John membuat Kayla ingin tahu mengapa hanya sekali menghubunginya.
Kayla tercekat melihat baju yang berceceran mulai dari ruang tamu menuju kamar John dan dia menemukan jawabannya, John memeluk seorang wanita di kasurnya, mereka terlelap dengan selimut sedada dan punggung yang sama-sama terbuka.
Badan kayla bergetar hebat, ia melangkah ke pintu lalu dibantingnya dengan kuat, ia mendengar teriakan John dan Kayla tidak peduli lagi.
***
Dua hari kemudian John datang menemuinya, berusaha menjelaskan segalanya bahwa mantan istrinya datang menemuinya dan mereka terhanyut, terbawa suasana. Kay sudah tidak peduli, ia percepat urusan di Brisbane dan segera kembali ke Indonesia.
Meski Kayla tak mencintai John tapi ia tetap merasa dikhianati, apapun alasan John, Kay sudah menganggapnya selesai, selesai dan tak perlu penjelasan.
***
Yasmin kaget dengan kedatangan cucunya yang lebih cepat dari yang ia duga. Meletakkan travel bag dan memeluknya.
"Aku lelah oma," Kayla memeluk neneknya dengam erat, meski ia tidak begitu serius menjalani hubungam dengam John, tak ayal Kayla merasa sakit hati juga, ia merasa ditikam, dan menyesal pernah hampir menyerahkan segalanya pada laki-laki b******k itu.
Yasmin mengusap punggung cucunya, ia yakin ada yang tak beres dengan perasaan cucunya. Diuraikannya pelukan pada Kayla dan ditatapnya mata lelah Kayla.
"Mana laki-laki yang kau janjikan akan dibawa ke hadapan oma?"tanya Yasmin sambil mengusap wajah Kayla.
"Lupakan oma, tidak usah menanyakan dia lagi," suara Kayla terdengar seperti bisikan.
"Apa yang terjadi?" tanya Yasmin penasaran.
"Sudahlah oma, aku lelah," jawab Kayla menghindar.
"Jelaskan pada oma? " pinta Yasmin lagi. Kayla menghembuskan napasnya dan memejamkan mata.
"Aku menemukannya tidur dengan wanita lain, yang ternyata mantan istrinya, lalu apa lagi yang harus dipertahankan oma, sudah selesai," jawab Kayla pelan.
"Apakah kau juga sudah...," pertanyaan menggantung Yasmin membuat mata Kayla membulat.
"Omaaa dia memang menyentuh hampir seluruh tubuh Kay, tapi tidak untuk yang satu itu, Kay masih suci omaaa," jawab Kayla hampir menangis. Dan Yasmin memerah wajahnya menahan marah.
"Tetap saja, sama saja, kau sudah pernah merasakannya dengan laki-laki b******k itu, kau masih beruntung segera dibukakan mata hatimu, hingga tidak kehilangan yang satu itu, ini hasilnya kamu bersekolah tinggi dan hidup modern, tapi pikiran kamu tetap tidak bisa menerima takdir Tuhan dan menyalahkan orang yang tidak tahu menahu," ujar Yasmin dengan bersedekap dan senyum mengejek. Kayla menahan marah karena bagaimanapun, oma adalah orang yang ia hormati.
"Oma tidak melihat kondisi papa mama yang hancur, oma tidak sadar bahwa papa mama dikorbankan agar papa mama Keanu selamat, dan ternyata mereka akhirnya mati juga hahaha syukurlah, aku heran oma tidak sakit hati padahal mama adalah anak oma," ujar Kayla menahan marah.
"Lebih hancur hati oma sayang, mamamu adalah segalanya bagi oma karena ia anak perempuan satu-satunya, harusnya oma yang mati duluan baru mamamu, tapi logika oma masih jalan, kalau oma tidak menerima takdir Tuhan, artinya oma tidak percaya pada Tuhan, ingat itu, dan oma bertanya padamu, apakah Keanu benar-benar lenyap dari hati dan pikiranmu?"
Kayla menatap omanya dengan kilatan mata penuh amarah, ia benci mendengar nama itu.
"Yaa dia lenyap di hati Kay, bersamaan dengan lenyapnya papa dan mama dari dunia,"
Kay melesat masuk ke kamarnya.
Menumpahkan segala keresahan, kegundahan dan kesedihannya, ia menangis sejadinya, meraung dalam kesendirian.
Keanu, Keanu, aku butuh kamu untuk bersandar... Ya Tuhan, hambamu sakit, sakit dan tersiksa karena keadaan seperti ini...hamba merindukannya Tuhan...
***