Dokter mengatakan jika Aurora boleh pulang dengan catatan harus banyak istirahat. Orion pun mengangguk. Dan dia segera menghubungi Desi untuk menjemput wanita ini dan dia akan mengantarkan mereka pulang. Karena jika dia yang mengantar Aurora sendirian, maka wanita itu akan kembali memberontak. “Maafkan aku, Ra. Bagaimana caranya agar kamu bisa memaafkanku,” lirih pria itu menunggu Aurora membuka kedua matanya. “Ngghh.” Wanita itu kembali terbangung, namun dengan tatapan yang kosong. Orion tak mampu mengatakan apa-apa ketika melihat kedaan wanitanya yang hanya diam. “Aurora.” Suara Desi membuat keheningan yang terjadi kepada mereka telah usai. Wanita paruh baya itu menghampiri putrinya dan memeluk sayang sang putri. Dia baru saja diberitahu oleh Orion mengenai anaknya yang masuk rumah sa

