61. Keadaan Dara

1997 Kata

Alam terduduk di tepi jalan, jemarinya meremas rambutnya kuat-kuat untuk melampiaskan rasa marahnya. Tidak berapa lama, laki-laki yang masih saja menunduk itu menangis dalam diam. Air mataku tumpah begitu saja, dia masih tidak bisa menerima penolakan Bulan tadi. Dia ingin wanita itu berada di sisinya hingga maut memisahkan mereka. Lama termenung di sana. Alam masih bergeming di tempat meski ada satu mobil berhenti di dekatnya. Laki-laki itu tetap tertunduk dalam, sebelum merasakan usapan di bahunya. Terasa hangat dan memberikan kenyamanan. Perlahan Alam mengangkat kepalanya, menatap wanita yang selama ini meninggalkannya sendiri di kota dan negara ini. "Bangun, nggak ada sejarahnya seorang laki-laki lemah dan gampang menangis," ujar Alin. Memegang dua bahu Alam dan membimbing laki-laki i

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN